Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 18:53 WIB

Jokowi: Banyak RS Yang Belum Bisa Dukung KJS

Oleh : Fadhly Zikry | Selasa, 19 Februari 2013 | 20:02 WIB
Jokowi: Banyak RS Yang Belum Bisa Dukung KJS
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui sarana dan prasaranan pendukung program Kartu Jakarta Sehat (KJS) belum maksimal. Namun demikian, ia menilai KJS dibutuhkan oleh warga DKI Jakarta.

"Terkait pasien yang di tolak beberapa rumah sakit bukan karena Kartu Jakarta Sehat, tetapi pihak rumah sakit yang belum mendukung dan belum maksimal" ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Meski banyak rumah sakit yang belum mampu mendukung pelaksanaan KJS, namun Jokowi mengatakan kartu yang sudah dikeluarkan tidak bisa ditarik lagi. Selain itu, ia menilai tidak bisa menghentikan program ini atau memundurkan pelaksanaannya, karena banyak warga yang membutuhjkan jaminan kesehatan.

"Tidak mungkin KJS saya undur, mau saya undur satu tahun, itu tidak mungkin" tegasnya.

Mantan Walikota Solo itu melanjutkan, sebanyak 70% warga Jakarta membutuhkan KJS. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta akan berupaya keras untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan KJS. Jokowi berjanji segera menambah fasilitas pendukung rumah sakit seperti penambahan NICU, kamar inap, dan alat pendukung lainnya, agar kejadian seperti yang dialami bayi Dera Anggraini tidak terulang lagi.

Terkait sistem online rumah sakit untuk mengetahui berapa jumlah ruang inap yang masih tersedia,Jokowi meminta waktu untuk mengkaji lebih lanjut. Ia mengatakan membutuhkan waktu, di juga sudah menghimau agar ada satu sistem yang terkoneksi antar rumah sakit.

"kalau ada info kamar yang kosong, mana yang penuh sehingga bisa diinfo satu sama lain," tandasnya.[bay]

Komentar

Embed Widget
x