Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 03:49 WIB

Inilah Kronologi Bunuh Diri Wabendum HIPMI

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 25 Januari 2013 | 19:08 WIB
Inilah Kronologi Bunuh Diri Wabendum HIPMI
Gantung diri - Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Bendahara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Sudiro Andi Wiguno ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya di Menteng Residence Blok F C VIII No. 1 RT 004/012, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada Rabu (23/1/2013) kemarin.

Menurut Kapolsek Ciputat, Kompol Alip kalau korban Sudiro ditemukan dalam posisi selonjor memakai sarung. Awalnya, pada hari Rabu tanggal 23 Januari 2013 sekitar pukul 06.30 WIB ketika saksi Supolo sedang membersihkan karpet di lantai atas didalam kamar anak korban bernama Muhamad Fadillah Rizki.

"Tiba-tiba pandangan tertuju pada sebuah kamar tamu yang tidak tertutup dan melihat korban terduduk pada sebuah lantai bersandar pada dinding di bawah jendela dengan posisi kaki terdepan (selonjoran) dengan menggunakan kaos kutang dan bagian bawah menggunakan kain sarung," kata Alip, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Ia melanjutkan, namun saksi mengira korban tertidur biasa hingga meneruskan pekerjaannya. Kemudian, menjelang jam 07.00 WIB saksi Supolo bertemu dengan anak korban bernama Muhamad Fadillah Rizki dan memerintahkannya untuk membangunkan korban mengingat akan mengantar sekolah.

"Selanjutnya anak korban naik ke lantai 2 tempat saksi melihat korban tertidur namun tidak lama anak korban berlari ke arah saksi dan mengatakan 'Pak De ayah, ayah'," ujarnya.

Setelah itu, saksi Supolo mendatangi korban dan ternyata dilakukan pengecekan majikan Sudiro sudah dalam keadaan meninggal. "Mulut korban keluar lidahnya dan saksi turun ke lantai bawah memanggil security Toto," jelasnya.

Melihat kasihan terhadap korban, saksi-saksi akhirnya mengangkat korban dengan maksud ditidurkan (direbahkan). Namun pada saat diangkat ternyata leher korban saksi melihat dalam keadaan terikat sebuah kain yang diikatkan pada teralis jendela yang sebelumnya saksi Supolo maupun Toto tidak melihat adanya ikatan kain pada leher korban mengingat tertutup kain hordeng.[bay]

Komentar

Embed Widget
x