Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 10:12 WIB

Renovasi Gedung Kedubes AS

Pengamat : Jokowi Jangan Gegabah

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Kamis, 10 Januari 2013 | 02:30 WIB
Pengamat : Jokowi Jangan Gegabah
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) tampak serius berencana akan merenovasi gedung Kedutaan Besar (Kedubes) nya di Jakarta. Keseriusan itu dibuktikan dengan pertemuan Duta Besar (Dubes) AS, Scot Marciel dengan Gubernur DKI Jokowi di Balai Kota, dan membahas rencana renovasi tersebut.

Terkait rencana renovasi Kedubes AS yang menuai kontrofersi itu, Jokowi diminta tak gegebah dalam mengambil keputusan. "Jokowi tidak boleh gegabah, karena ada etika diplomatik yang tidak menjadi bagian dari pemprov DKI," kata pengamat perkotaan, Amir Hamzah, Rabu (9/1/2013).

Terlebih, lanjut Amir, ada peraturan yang harus diperhatikan, termasuk adanya hak ekstra teritori atau wewenang khusus yang dimiliki oleh pemerintah AS. Satu sisi, bagaimana mempertahankan gedung Sjahril yang merupakan bangunan bersejarah yang berada di dalam Kedubes AS.

Untuk itu Amir meminta Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo tak gegabah menentukan keputusan, apalagi menyangkut hubungan bilateral antara Indonesia dengan pemerintah Amerika. "Ini yang harus jadi pertimbangan Jokowi," ungkapnya.

Menurutnya ada dua langkah yang harus dilakukan Jokowi, jika berat mengambil keputusan. Langkah pertama meminta pendapat Menteri Luar Negeri (Menlu) apa yag harus dilakukan, serta menyarankan kepada Dubes AS untuk berkomunikasi dengan Menlu, terkait rencana renovasi.

Sementara itu, Dubes AS untuk Indonesia, Scot Marciel menegaskan rencana pemugaran atau renovasi kantor Kedutaan AS di Jakarta. Menurut Scot, pemugaran itu tak akan merusak Gedung Sjahrir yang merupakan gedung bersejarah bagi Indonesia.

Ditegaskannya, pihak Kedubes AS akan memindahkan bangunan Gedung Sjahrir yang ada ke tempat lain dan merawatnya agar lebih dekat dengan masyarakat.

Seperti diketahui, Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat akan dipugar untuk dimodernisasi. Rencana pemugaran itu mendapat protes karena akan menghancurkan bangunan asli yang semula adalah kantor Perdana Menteri Sutan Sjahrir. [ton]

Komentar

Embed Widget
x