Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 10:14 WIB

Wamenhub: ERP Lebih Efektif dari Ganjil Genap

Oleh : Karel Stefanus Ratulangi | Jumat, 14 Desember 2012 | 21:05 WIB
Wamenhub: ERP Lebih Efektif dari Ganjil Genap
ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono menilai kebijakan electronic road pricing (ERP), jauh lebih efektif untuk mengatasi kemacetan, dibandingkan dengan kebijakan pembatasan kendaraan dengan menggunakan sistem plat nomor ganjil genap.

Selain lebih efektif untuk mengatasi kemacetan, Bambang mengatakan dengan diterapkannya ERP, Pemerintah Provinsi juga bisa mendapatkan pemasukan, yang bisa digunakan untuk membangun sistem transportasi yang lebih baik. Pemasukan tersebut karena dalam ERP, jika pengemudi kendaraan yang memasuki satu kawasan dimana kebijakan diterapkan, maka dikenakan biaya tertentu.

"Paling efektif adalah langsung menerapkan ERP di Jakarta. Karena dengan ERP lebih terkontrol, dan juga ada pemasukan yang bisa dpakai untuk memperbaiki angkutan umum kembali," ujarnya dalam Seminar Mengurai Kemacetan di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (14/12/2012).

Bambang menilai, penerapan kebijakan pembatasan dengan sistem ganjil genap, saat ini masih abstrak. Karena selain kebijakan yang belum jelas, sarana dan prasarana pendukungnya pun belum mendukung untuk kebijakan ini diterapkan pada tahun 2013.

"Ini satu kebijakan yang harus dilihat bersama-sama. Sekarang kan masih menduga-duga ganjil genap seperti apa kebijakannya. Apakah ada park and ridenya untuk masyarkat berpindah mengunakan angkutan umum, dan sarana serta prasarana pendukung lainnya," katanya.

Namun demikian, Bambang menyerahkan sepenuhnya kebijakan apa yang akan digunakan Pemprov DKI dalam mengatasi kemacetan. Ia menambahkan, Pemprov jangan hanya memilih kebijakan tersebut, namun yang lebih penting adalah harus menyediakan transportasi sebagai tempat bagi orang yang mau berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

"Jadi istilahnya, satu kebijakan yang terintegrasi. Karena sekali lagi, pilihan untuk ganjil genap itu kan membatasi akses kendaraan pribadi. Tetapi di sisi lain harus memperluas untuk angkutan umum. Intinya itu," tegasnya.[bay]

Komentar

Embed Widget
x