Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 20:52 WIB

Pemprov Harus Tanggung Jawab Atas Kasus Bakso Babi

Oleh : Karel Stefanus Ratulangi | Jumat, 14 Desember 2012 | 19:58 WIB
Pemprov Harus Tanggung Jawab Atas Kasus Bakso Babi
Bakso - ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI, Santoso menduga ada pembiaran dari oknum dinas peternakan atas terjadinya peredaran bakso bercampur daging babi di wilayah DKI Jakarta.

Menurutnya peredaran bakso babi ini bisa saja sudah lama terjadi dan dibiarkan. Pengaduan terhadap adanya penjualan bakso babi ini pun awal mulanya didapat dari pengaduan masyarakat. Ia memegaskan Harus ada tanggung jawab dari Pemprov mengenai hal ini.

"Ini bisa saja sudah lama, bisa jadi pembiaran. Jadi ada oknum yang bermain di dinas peternakan. Nanti akan dibawa ke rapat dan disampaikan ke eksekutif, tidak bisa cuma pusat yang tangani lewat BP POM, daerah yang harus tanggung jawab," tegas anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat itu, Jumat (14/12/2012).

Pemprov DKI seharusnya mampu mengawasi secara intensif dan berkala mengenai peredaran daging babi di masyarakat ini. Itupun jangan hanya saat ini saja namun tahun depan sudah longgar dalam melakukan pengawasannya. "Harus diperketat dan tidak terulang kembali hal - hal yang merugikan masyarakat secara umum," ucapnya.

Santoso menambahkan bahwa segala macam yang berkaitan dengan daging harus diperiksa oleh jajaran Pemprov DKI, baik itu bakso, sosis, kerupuk kulit. Kulit babi juga bisa dijadikan krupuk kulit karena kalau menggunakan kulit sapi bisa rugi.

"Semua hal yang berkaitan daging sapi harus diperiksa agar bisa dipastikan tidak mengandung babi. Sekarang jadi besar karena sudah produsen bakso yang bermain," tandasnya.[bay]

Komentar

Embed Widget
x