Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 11:43 WIB

Pembuat Bakso Campuran Daging Babi Jadi Tersangka

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 14 Desember 2012 | 18:44 WIB
Pembuat Bakso Campuran Daging Babi Jadi Tersangka
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Polres Jakarta Selatan secara resmi menetapkan Eka Prasetya, pemilik kios penggilingan daging, yang diketahui membuat bakso campuran daging babi, sebagai tersangka.

"Dia diketahui dan terbukti telah mengoplos daging sapi dengan daging babi," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan, Jumat (14/12/2012).

Hermawan mengatakan, pihaknya masih mendalami darimana pelaku mendapatkan daging tersebut. Menurut pengakuan sementara dari Eka, kata Hermawan, ia memperolehnya dari seseorang.

"Kita masih dalami siapa pemasoknya, karena dia menawarkan sebagai daging impor ke pelanggan," katanya Hermawan.

Eka akan ditahan di Polres Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan. Hermawan melanjutkan, untuk harga yang ditawarkan Eka mengaku Rp50 ribu perkilogram, sedangkan harga belinya Rp45 ribu perkilogram.

"Dari sini lah banyak pedagang bakso yang tidak tahu mengolah dagingnya, pelanggan rata-rata pedagang bakso," jelasnya.

Padahal, Eka menyadari kalau yang dijualnya adalah daging babi dan diolah menjadi daging sapi yang tidak tampak campuran daging babinya.

"Ia sudah 3 tahun dalam bisnis ini, jadi campurannya itu halus sehingga sulit dibedakan. Eka mencampurnya di satu tempat gitu," jelasnya lagi.

Sementara, Kepala Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan Agung Priambodo menduga daging tersebut diperoleh dari kawasan Cilandak. Namum belum diketahui apakah hanya suplaier atau pedagang.

Agung juga mengatakan cara mereka bertransaksi yakni lewat telepon dan bertemu di tempat yang sudah disepakati tapi terkadang sekali diantar. Kemudian untuk pesanan bisa sampai 70 kilogram tetapi untuk stok dan harga daging babinya bisa sampai Rp45 perkilogram.

Eka disangka dengan Pasal 62 ayat 1(b) junto Pasal 7 dan 8 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen junto Pasal 26 dan 27 Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 1989 tentang Pengawasan Pemotongan, Perdagangan, dan Daging Ternak di Wilayah DKI Jakarta ancaman hukuman sampai 5 tahun.[bay]

Komentar

Embed Widget
x