Find and Follow Us

Minggu, 19 Januari 2020 | 14:28 WIB

RSUD Pasar Rebo Kewalahan Layani Pasien KJS

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Jumat, 16 November 2012 | 18:00 WIB
RSUD Pasar Rebo Kewalahan Layani Pasien KJS
Ilustrasi - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Sejak diluncurkannya Kartu Jakarta Sehat (KJS) pada 10 November 2012, banyak warga yang ingin mendapatkan layanan KJS. Seperti yang terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (16/11/2012).

Banyak yang berobat di RSUD Pasar Rebo tidak mengetahui cara atau proses mendapatkan Kartu Jakarta Sehat. Mereka mengira dengan datang ke rumah sakit, maka mereka akan langsung mendapatkan kartu tersebut dan menikmati pelayanan kesehatan gratis.

Humas RSUD Pasar Rebo Prabowo menerangkan, sejak Senin (12/11/2012), jumlah pasien baru yang langsung datang ke rumah sakit cukup membludak. Mereka umumnya datang untuk mendaftarkan pemeriksaan kesehatan gratis.

Hingga hari ini, jumlah pasien baru meningkat tajam mencapai 300 orang perhari. Kapasitas tempat tidur ruang rawat inap di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi DKI hanya mencapai 1.000 pasien.

"Yang jelas saya melihat dalam sepekan ini antreannya panjang yang melebihi batas antrean yang ada. Sampai mengekor, sekitar ada 200-300 orang perhari," ujarnya.

Umumnya, lanjut Prabowo, pasien yang datang membawa kartu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK-Gakin) dan KTP DKI saja, tanpa membawa surat rujukan dari Puskesmas.

"Seharusnya, untuk pasien baru itu, harus mendaftar dulu ke puskesmas. Apabila harus ke rumah sakit, calon pasien itu harus menyertakan surat rujukan dari Puskesmas asalnya," kata Prabowo, Jakarta, Jumat (16/11/2012).

Diungkapkannya, membludaknya pasien baru di rumah sakit mendapatkan perhatian serius dari Pemprov DKI. Karena, banyak warga yang tidak tahu proses mendapatkan Kartu Jakarta Sehat yaitu mendaftarkan diri dulu di Puskesmas asal domisilinya untuk mendapatkan kartu tersebut.

Bila nanti Puskesmas tidak dapat menanganinya, maka Puskesmas akan memberikan surat rujukan kepada rumah sakit terkait.

"berharap Pemprov DKI dan instansi terkai memberikan sosialisasi mengenai mendapatkan Kartu Jakarta Sehat. Harus ada peran aktif dari suku dinas kesehatan maupun puskesmas untuk menerangkan aturan ini kepada warganya. Jangan karena membluak main asal rujuk saja," tegasnya.

RSUD Pasar Rebo membutuhkan adanya kerjasama yang baik antara semua pihak. Mulai dari puskesmas, Suku Dinas Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI hingga level Pemprov DKI untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat DKI tentang tahapan melakukan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan Kartu Jakarta Sehat. [rok]

Komentar

x