Find and Follow Us

Sabtu, 16 November 2019 | 08:42 WIB

Polisi masih Buru Ayah Jual Anak Kandung

Oleh : Karel Stefanus Ratulangi | Jumat, 16 November 2012 | 01:05 WIB
Polisi masih Buru Ayah Jual Anak Kandung
ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kepolisian Resor Jakarta Barat memburu seorang ayah yang tega menjual anak kandungnya sendiri.

Hal ini dikatakan oleh Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Suntana. Menurutnya berdasarkan kejadian dua hari yang lalu, selasa (13/11/2012) ada seorang anak perempuan (EH) yang berumur 12 tahun, diantar oleh seorang wanita ke pos polisi Kali deres, Jakarta Barat. Dalam laporannya anak tersebut minta dicarikan penampungan tempat tinggal karena tidak memiliki rumah.

"Lalu petugas di pos polisi berinisiatif mengantarkan anak tersebut ke stasiun televisi (indosiar) dengan harapan bisa membantu untuk mencarikan informasi seputar penampungan tempat tinggal," ujarnya, saat dihubungi (15/11/2012).

Setelah itu pihak stasiun televisi akhirnya memberitahukan pihak Komisi Nasinal Perlindungan Anak (Komnas PA) karena EH masih dibawah umur, dan dibawalah anak tersebut ke kantor komnas PA. Di kantor Komnas PA saat diinterogasi ternyata EH mengaku bahwa dirinya merupakan korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Suntana mengatakan setelah mendapat pengakuan tersebut, Komnas PA langsung melaporkan dan berkordinasi dengan Polres Jakarta Barat pada rabu (14/11/2012) kemarin. "Saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan dan memburu pelaku (ayah korban)," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan seorang ayah kandung telah menjual anaknya sendiri kepada teman - temannya. Kejadian ini berlangsung selama empat bulan belakangan ini. Ayah kandung yang berinisial S, selama empat bulan terakhir ini tidak memiliki pekerjaan (sebelumnya tukang ojek). S tinggal di rumah kontrakan di Kalideres, Jakarta Barat. S menjual anaknya ke teman - temannya sendiri dan hasil yang didapatkan hanya digunakan untuk mabuk - mabukan.

Dalam aksinya S tidak segan - segan memukili EH bila tidak menuruti perkataannya. Karena tidak tahan dengan perlakuan ayahnya, EH secara diam - diam melarikan diri dan pergi ke pos polisi cengkareng dua hari lalu.

Saat ini EH mengalami trauma dan ketakutan yang amat dalam. EH ditempatkan di tempat yang aman oleh Komnas PA. [ton]

Komentar

Embed Widget
x