Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 16:07 WIB

Ayah Bocah yang Aniaya Nenek Tiri Lapor ke Polisi

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 18 Oktober 2012 | 18:58 WIB
Ayah Bocah yang Aniaya Nenek Tiri Lapor ke Polisi
ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Beni, ayah dari bocah SD inisial N melapor ke Polres Jakarta Selatan, terkait kasus penganiayaan yang menimpa anaknya itu. Beni membuat laporan didampingi oleh Dewan Pembina Satgas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi biasa disapa Kak Seto.

"Iya mendampingi ayah kandung N untuk melaporkan peristiwa sesuai dugaan, Beni hadir juga sebagai saksi yang dialami oleh anaknya N," kata Kata Seto di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis, (18/10/2012).

Menurutnya, perbuatan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh nenek inisial MO itu tidak sesuai dengan UU No 80 tentang Perlindungan Anak. Satgas PA sempat mengunjungi rumah N namun diketahui kalau korban N memiliki luka di bagian paha, betis, dada hingga wajahnya.

"Sepertinya luka-luka yang dialami N itu karena cubitan, pemukulan, disiram air panas, disundut rokok, atau disetrika. Mungkin ini keadaan emosional dari neneknya yang mengatakan N ini nakal dan tidak nurut, mudah-mudahan ini bisa diusut tuntas. Sebab ini dilakukan oleh keluarga sendiri," jelasnya.

Untuk mendukung proses hukum, korban N akan menjalani visum terhadap luka-luka yang dideritanya. Sementara untuk MO (50), pelaku sekaligus nenek tiri korban, sudah mengamankan. "N rencananya akan divisum pada Jumat (19/10/2012) besok di RSCM, saat ini N dirawat ke rumah nenek kandungnya di Pondok Rangon, Jakarta Timur," jelasnya.

Beni mengatakan kondisi N saat ini mulai membaik, setelah mendapat perawatan dari nenek kandungnya. Ia berharap semoga anaknya cepat pulih dari tekanan psikologis akibat aksi kekerasan yang dialaminya.

"Sebandel-bandelnya anak ya namanya juga anak, kita lihat anak dicubit orang lain pasti kita marah. Apalagi kalau anak disakiti oleh keluarga sendiri, orang yang ada di dekat kita sendiri," katanya usai membuat laporan di SPK.

Seperti yang diketahui, NB tinggal bersama Beny (ayah kandungnya) dan bersama ibu tiri serta nenek tirinya di Tangerang Selatan. Diperkirakan NB tinggal bersama keluarga baru ayahnya itu lebih dari setengah tahun. Penganiayaan yang dialami oleh NB, awalnya diketahui oleh guru sekolahnya dan para tetangganya.[bay]

Komentar

Embed Widget
x