Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 09:02 WIB

Terancam Denda Rp800 juta per hari

Evaluasi MRT Jangan Mengganggu Jadwal Pelaksanaan

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Kamis, 18 Oktober 2012 | 17:17 WIB
Evaluasi MRT Jangan Mengganggu Jadwal Pelaksanaan
Foto: Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Rencana evaluasi bentuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), diharap jangan mengganggu jadwal pelaksanaan pembangunan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selamat Nurdin saat dijumpai dikantornya, Kamis (18/10/2012). Menurut Nurdin, bila jadwal pembangunan terganggu, maka pemerintah akan menanggung denda yang dibayarkan ke Japan International Coorporation Agency (JICA) sebesar Rp800 juta per hari.

Upaya mengevaluasi proyek MRT, lanjut Nurdin, merupakan suatu masalah. Hal itu bagian dari legitimasi seorang kepala daerah terhadap pembangunan Jakarta. Apalagi pemaparan dari PT MRT Jakarta untuk menjelaskan tataran transparansi anggaran, penjelasan sistem kerja, pengawasan manajemen tidak menjadi persoalan.

"Akan tetapi, bila evaluasi pada sisi anggaran dan desain proyek, akibatnya schedule pembangunan tertunda. Ketertundaan ini membuat pemerintah harus menambah bayar bunga," Kata Nurdin yang juga ketua fraksi PKS.

Bunga itu konsekuensi atas pinjaman pemerintah DKI Jakarta dari JICA. Dalam pinjaman sebesar RP15 triliun untuk pembangunan MRT Koridor Selatan-Utara tahap 1, (Lebakbulus-Bundaran HI) itu, Pemprov DKI Jakarta menangggung bunga sebesar 0,25% per tahun. Nilai bunga ini untuk satu hari nilai nominalnya Rp800 juta. Pengembalian dana pinjaman ini selama 30 tahun. Tahapan II (Bundaran HI-Kampung Bandang).

Untuk itu, politisi asal PKS ini meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Jokowi agar proyek pembangunan MRT yang dilakukan, jangan sampai mengganggu jadwal pembangunannya. Bila terganggu, akibatnya rangkaian tahapan kerja akan berantakan.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta meminta PT MRT Jakarta memaparkan kembali sejarah pelaksanaan MRT di Jakarta. Bahkan bila dalam pemaparan tersebut ditemukan ada harga proyek yang tidak sesuai dengan harga pasaran atau terlalu mahal, maka pembangunan tersebut akan dibatalkan.[bay]

Komentar

Embed Widget
x