Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 11:43 WIB

Pilgub DKI Putaran Kedua

Timses Faisal-Biem Beri Sinyal Dukungan

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Rabu, 12 September 2012 | 21:30 WIB
Timses Faisal-Biem Beri Sinyal Dukungan
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Mantan Tim Sukses (Timses) Faisal Basri-Biem Benjamin, Burhan Saidi, menyayangkan sikapan mantan Cagub dan Cawagub independen Faisal-Biem yang tidak menentukan akan dibawa kemana suara independen. Terlebih menjelang putaran kedua yang akan digelar 20 September 2012 mendatang.

"Mengenai pemikirannya tentang proses Pemilukada DKI ini menyangkut keputusan Bang Faisal yang tidak mengarahkan dukungannya. Beliau mencoba menuangkan pendapat, bahwa perjalanan Independen tak boleh berhenti sampai pemilihan gubernur saja. Tetapi harus berlanjut menyuarakan visi dan misi Independen," kata Burhan Saidi di Jakarta, Rabu (12/9/2012).

Terkait pemikiran Faisal Basri, Burhan merasa galau, melihat jumlah suara Faisal-Biem pada pilkada sangat signifikan mencapai ratusan ribu orang. Padahal, suara calon cagub dan cawagub lain yang tidak lolos sudah memberikan dukungan kepada salah satu kandidat yang lolos pada putaran kedua.

"Perlu kita ingat ada 215.300 orang telah mempercayakan suaranya ke gerbong Faisal Biem. Namun ketika gagal keputaran kedua, mereka sangat membutuhkan refrensi dari lokomotif Faisal Biem ke kedua calon yg maju. Bila statment tidak dimunculkan dengan alasan yang tersembunyi, apakah kita biarkan massa pendukung itu mengambang?" ungkap Burhan.

Sebagai warga negara yang baik, Burhan mengaku taat dengan aturan yang berlaku. Dirinya merujuk kepada UU KPU yang tidak membolehkan warga untuk Golput.

"Apalagi sampai mengajak orang lain, ini sangat tidak baik. Oleh karenanya saya berpikir kenapa kita tidak berani mengambil sikap yang jelas agar pengikut tidak salah pilih. Jumlah 215 ribu orang bukan sedikit loh," tuturnya.

Dirinya berharap sikap yang diambil Faisal menjadi pembelajaran demokrasi bagi masyarakat. Karena bagaimanapun suara yang ada butuh arahan untuk memilih pemimpin yang jelas, bukan abu-abu. "Secara pribadi saya mengarahkan untuk memilih calon yang sedikit mudharatnya," harap Burhan.[jat]

Komentar

Embed Widget

x