Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:41 WIB

Jangan Pilih Cagub untuk Kepentingan di 2014

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Rabu, 5 September 2012 | 21:30 WIB
Jangan Pilih Cagub untuk Kepentingan di 2014
ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kemenangan salah satu pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta cukup sarat kepentingan pencapresan tokoh politik di tahun 2014. Capres Joko Widodo (Jokowi), maupun pasangannya Cawapres Basuki Tjahja Purnama (Ahok) merupakan sosok yang erat kaitannya dengan kepentingan Pilpers 2014.

Hal itu diungkapkan Pengamat Sosial Politik, Nuril Komari, dalam acara diskusi publik dengan tajuk "Membaca Kepentingan Capres-Capres 2014 Di Balik Pemilukada DKI, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (5/9/2012). "Kami berharap warga Jakarta benar-benar memilih pemimpin dan jangan hanya menjadi boneka untuk kepentingan politik 2014," kata Nuril.

Dijelaskannya, pencalonan Jokowi mendapat dukungan penuh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. "Kita tentunya melihat kapasitas Megawati dalam pencapresan masih tetap stabil. Untuk itu, khusus di DKI dia menginginkan kader yang memang berkompeten membawa pengaruh terhadap Jakarta, yang bisa berdampak nasional," paparnya.

Sementara Basuki T Purnama atau Ahok ini merupakan calon yang didaulat langsung oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk mendampingi Jokowi. "Mengapa Ahok yang dicalonkan, karena saya berfikir ini adalah kemungkinan besar pencicilan penghapusan kesalahan Prabowo semasa kerusuhan pada 1998," katanya.

Ia berpandapat, mayoritas Tionghoa menyalahkan Prabowo sebagai dalang kerusuhan Mei 1998. "Karena dia mau mencalonkan sebagai Presiden dan menginginkan dukungan mayoritas Tionghoa, Prabowo terpaksa mengusung calon yang memang berlatar belakang masyarakat etnis keturunan," tandasnya.[bay]

Komentar

x