Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 02:21 WIB

210 Kasus Premanisme Terjadi di Jadetabek

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 5 September 2012 | 20:40 WIB
210 Kasus Premanisme Terjadi di Jadetabek
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Polda Metro Jaya mencatat selama sejak Januari hingga Agustus 2012, telah terjadi 210 kasus terkait aksi premanisme di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sepuluh persen dari jumlah kasus tersebut, terkait masalah sengketa lahan.

"Terhitung sejak bulan Januari sampai Agustus 2012, Polda mencatat ada 210 kasus premanisme. Sedangkan, kasus yang diselesaikan ada 32 kasus premanisme," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, (5/9/2012).

Rikwanto menjelaskan, dari 210 kasus premanisme, 10 persennya adalah kasus premanisme yang terkait dengan lahan sengketa. Sebagai antisipasi berbagai potensi kericuhan, Rikwanto mengatakan bahwa Kepolisian telah memetakan atas keberadaan tanah yang bersengketa.

Dengan demikian, petugas bisa menganalisa bagaimana potensi adanya keributan dan mencari cara untuk mengatasinya. "Di samping itu, Kepolisian baru bisa menindak tegas kepada para preman jika mereka sudah melakukan tindakan yang meresahkan lingkungan sekitar," katanya.

Berikut Data 210 kasus Premanisme dari Januari 2012 hingga Agustus 2012 :
Dari data yang dirilis, diketahui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) menanggani sebanyak 138 kasus premanisme, dan telah menyelesaikan15 kasus. Polres Jakarta Pusat menanggani sebanyak 37 kasus premanisme, yang diselesaikan ada 13 kasus.

Polres Jakarta Barat menanggani lima kasus premanisme, yang diselesaikan empat kasus. Polres Jakarta Timur total kasus ada satu kasus, yang diselesaikan belum ada. Polres Tangerang Kota total kasus ada 12 kasus, yang diselesaikan belum ada. Polres Tangerang Kabupaten total kasus ada 1 kasus, yang diselesaikan belum ada. Polres Depok total kasus ada 16 kasus. Yang diselesaikan belum ada.

Adapun jenis 210 kasus premanisme di antaranya kasus pemerasan atau ancaman ada 63 kasus, diselesaikan 11 kasus. Kemudian penyerobotan tanah ada 31 kasus, diselesaikan lima kasus. Selain itu, memasuki pekarangan tanpa izin ada 55 kasus, diselesaikan tiga kasus.

Perbuatan tidak menyenangkan ada 9 kasus, diselesaikan dua kasus. Pengeroyokan ada 34 kasus, diselesaikan empat kasus. Untuk pencurian dengan kekerasan (Curas) ada empat kasus, diselesaikan satu kasus.

Di samping itu, UU Darurat ada lima kasus, diselesaikan lima kasus. Pembunuhan ada lima kasus, diselesaikan satu kasus. Penculikan ada satu kasus, belum terungkap. Penganiayaan berat (Anirat) ada satu kasus, belum terungkap. Pengrusakan ada satu kasus, belum terungkap.[bay]

Komentar

Embed Widget
x