Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 05:22 WIB

Kebakaran Duren Sawit Jakarta Karena listrik

Rabu, 22 Agustus 2012 | 00:02 WIB
Kebakaran Duren Sawit Jakarta Karena listrik
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kebakaran di sejumlah bengkel pengrajin mebel, di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Selasa (21/8/2012) siang, diduga kuat berasal dari korsleting listrik.

"Saksi mata mengatakan titik api berasal dari tengah lokasi kebakaran pada pukul 12.15 WIB. Awalnya ada percikan api yang berasal dari korsleting listrik, yang kemudian menyambar bahan baku mebel yakni tiner," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Paimin Napitupulu saat meninjau lokasi kejadian.

Dia mengatakan secara total pihaknya mengerahkan 35 unit mobil pemadam kebakaran, dari tiga lokasi yakni Jakarta Utara, Pusat dan Timur. Api berhasil dipadamkan dalam waktu tiga jam, setelah melumat sekitar 150 rumah petak yang terdiri dari bengkel mebel dan rumah warga.

"Kerugian kami perkirakan miliaran rupiah, karena banyak sekali kayu jati yang mahal di sana," ujar Paimin.

Menurut dia kendala dalam memadamkan api utamanya disebabkan cuaca yang cenderung panas dan kering, serta angin yang besar. Meskipun demikian menurutnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Petugas Palang Merah Indonesia Zulkarnaen, yang berada di lokasi mengatakan, sejauh ini hanya terdapat korban luka bakar ringan sebanyak tiga orang, dan tiga orang lain mengalami histeris. "Seluruh korban hanya dirawat di ambulan saja, tidak ada yang sampai ke rumah sakit," kata dia.

Salah satu warga RT16/2 Kelurahan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Fahri menduga api memang disebabkan karena korsleting listrik, karena jaringan listrik di sana menurutnya hanya kabel yang dikait-kaitkan saja, sehingga rentan menjadi pemicu kebakaran.

Fahri juga mengatakan di lokasi tempat terjadinya kebakaran banyak terdapat bahan baku mudah terbakar seperti kayu, busa untuk furniture, spiritus, tiner dan beberapa barang rongsokan. "Kebakaran bukan pertama kali ini terjadi. Sebelumnya tahun 2007 kebakaran juga pernah terjadi di sini, tapi kebakarannya jauh lebih besar yang kali ini," ujar dia.

Fahri mengatakan beberapa bengkel mebel di sana biasa memproduksi barang-barang furniture untuk dikirimkan keluar daerah. "Barang mebelnya ada beberapa yang disimpan di dalam jadi ikut terbakar. Kemungkinan kerugian lebih dari ratusan juta kalau mengingat barang-barang mebel yang biasa diproduksi di sana, tetapi saya tidak tahu pasti," kata dia. [ant]

Komentar

Embed Widget
x