Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 02:02 WIB

Oknum TNI Perampas Kamera Jurnalis Harus Dihukum

Oleh : Firman Qusnulyakin | Sabtu, 23 Juni 2012 | 17:05 WIB
Oknum TNI Perampas Kamera Jurnalis Harus Dihukum
foto:ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Jakarta mendesak Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan KSAU Marsekal Imam Safaat mengusut kekerasan dan perampasan alat kerja jurnalis yang meliput insiden Fokker 27 yang jatuh di Halim Perdanakusumah. Oknum TNI itu harus diadili.

"Tindakan aparat TNI AU ini merupakan bentuk pelanggaran UU Pers No 40/1999 pasal 4 ayat (2) yang berbunyi terhadap pers nasional tidak dikenai penyensoran, pembredelan atau pelanggaran penyiaran," ujar Ketua AJI Jakarta, Umar Idris melalui siaran pers yang diterima INILAH.COM, Sabtu (23/6/2012).

Dia menegaskan pelanggaran pasal ini diancam dengan hukuman penjara 2 tahun atau denda Rp 500 juta, seperti tercantum pada pasal 18 ayat (1). Umar melanjutkan, kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Sejak Januari hingga Juni, sedikitnya telah terjadi 20 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Kekerasan terhadap jurnalis terus berulang karena mereka tidak paham atas tugas penting yang diemban oleh jurnalis.

"AJI Jakarta juga menuntut para pelaku itu diadili sesuai Undang-UndangNomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, demi mendorong kesadaran setiap warga Negara bahwa jurnalis adalah profesi yang dilindungi oleh hukum," tandas Umar.

Sebelumnya diberitakan dua orang kontributor TV dan seorang fotografer surat kabar, mendapat perlakuan kasar, saat akan mengambil gambar reruntuhan pesawat jenis Foker 27 yang jatuh di Komplek Perumahan Rajawali, Halim Perdanakusuma pada Kamis (21/06/12). Selain itu oknum TNI AU juga merebut alat kerja tiga orang itu.[bay]

Komentar

Embed Widget
x