Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 20:49 WIB

Disdukcapil: NIK Ganda Karena 'Human Error'

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Selasa, 22 Mei 2012 | 19:15 WIB
Disdukcapil: NIK Ganda Karena 'Human Error'
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Terkait adanya pemilih fiktif dalam penetapan daftar pemilih sementara (DPS), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mengakui adanya human error. Untuk itu, Disdukcapil DKI Jakarta siap memperbaiki jika ada NIK yang dipakai lebih dari satu orang.

"Kemarin memang ada satu NIK yang dipakai bersama-sama akibat human error. Waktu itu yang terjadi namanya beda tetapi NIK-nya sama. Tetapi perlu dicatat, kami tidak pernah menerbitkan NIK yang sama. Kami siap perbaiki jika memang ada," kata Kepala Dinas Dukcapil DKI, Purba Hutapea, Selasa (22/5/2012).

Meski demikian dirinya menjelaskan, jika pun NIK bisa digandakan, namun data yang terekam dalam e-KTP tidak bisa dibohongi, karena adanya data sesuai ciri pemilik NIK itu sendiri. "Tidak bisa dibohongi, apalagi dalam pencetakan e-KTP telah merekam irish mata seseorang, sidik jari, dan ciri-ciri fisik lainnya," ucapnya.

Saat ditanya mengenai adanya 1,4 juta DPS siluman atau fiktif, dirinya membantah. Purba menegaskan, jumlah 1,4 juta DPS tersebut belum melakukan perekaman e-KTP. "Seolah-olah wajib e-KTP di Jakarta cuma 5,7 juta. Sedangkan KPU bilang ada 7,4 juta. Kemudian dibilang ada 1,4 juta penduduk hantu. Kami bisa tunjukkan 1,4 juta itu penduduk hantu atau bukan," ujarnya.

Dijelaskannya, dari 1,4 juta penduduk dalam DPS tersebut, sekarang telah berkurang menjadi 1,3 juta sekian karena ada yang sudah melakukan perekaman e-KTP. Menurutnya saat ini masih ada penduduk yang baru berusia 17 tahun belum terlayani pengurusan e-KTP karena pihaknya masih konsentrasi pada data penduduk yang sudah masuk data center.[bay]

Komentar

x