Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 21:37 WIB

Narkoba Rp702 M Lolos

Bea Cukai Tidak Akan Lakukan Penyelidikan Internal

Oleh : Bayu Hermawan | Rabu, 16 Mei 2012 | 17:53 WIB
Bea Cukai Tidak Akan Lakukan Penyelidikan Internal
Inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea Cukai (Ditjen Bea Cukai), tidak akan melakukan penyelidikan internal atas kasus lolosnya narkoba jenis sabu senilai Rp702 miliar. Ditjen Bea Cukai, menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian.

Lososnya narkoba jenis sabu seberat 351 Kg atau senilai Rp702 miliar, memunculkan dugaan adanya keterlibatan oknum Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok, dalam kasus tersebut.

Namun demikian Juru Bicara Ditjen Bea Cukai, Martediansyah mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan penyelidikan internal atas dugaan tersebut. Hal itu dikarenakan, perkara narkoba adalah kewenangan pihak kepolisian.

"Kami serahkan seutuhnya kepada kepolisian. Karena masalah narkotika ini kewenangan pihak kepolisian," kata Juru Bicara Ditjen Bea Cukai, Martediansyah, Rabu (16/5/2012).

Martediansyah juga berjanji akan kooperatif dengan pihak kepolisian dalam menyelidiki hal tersebut. Dia mengatakan Ditjen Bea Cukai akan memberikan informasi maupun data guna mengungkap adanya unsur kesengajaan atau kelalaian dari pihaknya terkait hal tersebut. "Data-data kenapa kontainernya melalui jalur hijau atau jalur merah misalnya. Dari situ kan akan diketahui modus dan motifnya," ucapnya.

Martediansyah juga mengatakan, hingga saat ini dia belum mendapatkan informasi adanya petugas Bea Cukai Tanjung Priok yang diperiksa oleh polisi. "Belum ada informasi, tapi koordinasi dengan intansi kepolisian tetap berjalan dengan baik," tandasnya.

Seperti diberitakan media massa sebelumnya, terkuaknya penyelundupan narkoba melalui peti kemas berdasarkan keterangan dari tersangka yang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pekan lalu. Sebanyak 351 kilogram atau 3,5 kwintal sabu-sabu siap edar dan dua kilogram Efidrin senilai Rp702 miliar diamankan aparat dari sindikat pengedar asal Malaysia tersebut.

Kepala Subdirektorat Psikotropika Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Saputro Eko menuturkan, narkoba berjenis kristal yang diduga diselundupkan dari China melalui Malaysia menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara menggunakan kontainer dan transportasi jalur laut dengan modus disembunyikan dalam dus makanan ikan. Hingga kini pihaknya masih memburu warga Malaysia berinisial AS yang diduga sebagai pemilik sabu-sabu tersebut.

Sementara Ketua DPP Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Hendry Yosodiningrat menilai, penyelundupan sabu-sabu melalui peti kemas dan berhasil dikeluarkan untuk diedarkan membuktikan lemahnya pengawasan khusus di wilayah yang menjadi ranah Bea Cukai itu. "Saya khawatir kalau menganut teori gunung es jangan-jangan itu hanya 10 persennya yang berhasil ditangkap itu. Mungkin lolos sudah ton,"ucapnya, Selasa (15/5/2012).[bay]

Komentar

Embed Widget
x