Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 19:26 WIB
 

Komplotan Pemalsu Kartu ATM Dibekuk

Oleh : Anton Hartono | Selasa, 8 Mei 2012 | 19:16 WIB
Komplotan Pemalsu Kartu ATM Dibekuk
Foto:Ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Aparat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menangkap empat tersangka pelaku pencurian data dan pemalsuan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) serta nomor pin ATM.

Kasubdit Cyber Crime, AKBP Audie Latuheru menjelaskan penangkapan berawal dari adanya laporan pihak BCA yang tiga nasabahnya merasa kehilangan uang dalam jumlah besar yakni Rp 123 juta. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap ZA (26) di Jalan Kartika Plaza Mall Kuta Bali dan AA (25) di Jimbaran Bali pada Selasa (1/5/2012).

Keduanya diketahui bekerja sebagai kasir di sebuah restoran di Bali. Dari hasil pengembangan, polisi juga menangkap dua tersangka lain FT alias IF alias WH (35) di Jimbaran Bali dan TK (25) di Samarinda Kalimantan Timur.

"ZA dan AA berperan sebagai pengambil data kartu ATM dan nomor pin. Sedangkan FT yang juga otaknya, bertugas sebagai penyedia skimmer dan membuat kartu ATM palsu. Dan TK sebagai pemilik rekening BCA untuk menampung uangnya," kata Audie, Selasa (8/5/2012).

Modusnya yakni, FT sebagai pemilik skimmer bekerjasama dengan ZA dan AA yang bekerja sebagai kasir restoran. Dari kedua kasir tersebut, berhasil mengambil data kartu ATM dan nomor pin milik korban menggunakan skimmer dengan cara menggesekkan kartu pada mesin EDC milik restoran kemudian digesekkan lagi ke alat skimmer. Kemudian kasir mengintip secara manual gerakan jari korban saat menekan tombol pin rahasia untuk mengetahui nomor pin ATM korban.

"Setelah dapat, ZA dan AA menyerahkan data ke FT yang kemudian dipindahkan ke kartu magnetik jenis kartu ATM seperti halnya kartu Timezone yang dapat digunakan di mesin ATM," jelasnya.

Dari tangan tersangka, polisi juga menyita barang bukti dua laptop, delapan skimmer, satu printer, tiga CPU, satu mesin EDC, empat hanphone, satu ikat kartu magnetic, tiga buku tabungan serta uang tunai sebesar Rp 123 juta. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan Pasal 35 UU tentang ITE serta Pasal 3 atau 5 UU No.8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.[bay]

Komentar

 
Embed Widget

x