Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 09:02 WIB

Jalur Tengkorak Renggut Nyawa Satu Keluarga

Minggu, 8 April 2012 | 22:45 WIB
Jalur Tengkorak Renggut Nyawa Satu Keluarga
beritajatim.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Satu keluarga yang berasal dari Pamekasan tewas mengalami kecelakaan di Jalan Raya Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, Minggu (8/4/2012).

Berangkat dari Desa Tebul Timur, Kecamatan Pangantenan, Pamekasan, Syamsul Arifin bersama istrinya Sulastri dan sang anak, Ayu (5 tahun), bermaksud mengunjungi Haminem, ibunda Slamet, saudara iparnya, di Kecamatan Bangsalsari.

Selain keluarga Syamsul, berangkat juga Slamet bersama Halimah, istrinya, dan dua anaknya, Umsi (13 tahun) dan Fahmi (8 tahun). Dua kerabat yang lain, Hj Rusmah dan Kandar, ikut serta. "Pokoknya satu rombongan ada sembilan orang. Lalu ketambahan lagi orang lain yang bukan keluarga," kata salah satu kerabat, bernama, Ahmad.

Dijelaskan Ahmad, mereka naik mobil travel Mitsubishi L-300 yang dikendarai Edi Kurniadi. Semua berjalan baik-baik saja sampai mobil tersebut melewati jalan raya Bangsalsari. Selama ini, jalan raya tersebut disebut sebagai jalur tengkorak, karena sering tejadi kecelakaan.

Jalan raya tersebut mulus dan lurus tanpa kelokan. Ini membuat pengemudi seringkali lalai dan tak hati-hati saat memacu kendaraan. Dan benar saja, Mitsubishi itu ringsek menghajar sebuah truk gandeng pengangkut kayu.

Di tempat kejadian, mulanya hanya empat orang yang diidentifikasi tewas, yakni Syamsul Arifin, Halimah, Hj. Rusmah, dan Kandar. Empat jenasah itu langsung dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi.

Beberapa orang luka berat dan ringan dilarikan ke puskesmas terdekat, yakni Syaifullah, Sulastri, Ayu, Fahmi, Bakir, dan Edi Kurniadi. Akhirnya Lima nama terakhir juga mengembuskan napas terakhir.

Kematian Kandar disambut histeris oleh sang istri, Hamidah, yang menengok jenasah suaminya di kamar mayat RSD dr. Soebandi. Menurut keterangan kerabatnya, Kandar baru tiga bulan pulang dari luar negeri. Ia meninggalkan dua orang anak.

Hamidah menangis tak henti dan bahkan sempat dibopong ke musola dekat kamar mayat. Ia langsung lunglai, saat melihat jenasah sang suami.

Sementara, Slamet dan Umsi kini hanya hidup berdua. Kehilangan istri, ibunda, dan adik dalam kecelakaan tersebut, membuat mereka terpukul. "Jenasah akan kami bawa hari ini juga ke Pamekasan," kata Ahmad Rohmanto.[beritajatim.com]

Komentar

x