Jumat, 18 April 2014 | 23:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Panwaslu Purwakarta Tunggu Laporan Kecurangan
Oleh:
metropolitan - Selasa, 29 Januari 2008 | 11:20 WIB
INILAH.COM, Purwakarta - Ketua Panwaslu Purwakarta Sarifudin MT mengaku sudah menerima laporan dari beberapa pihak terkait indikasi kecurangan pelaksanaan Pilkada.

"Kami sudah menerima laporan mengenai indikasi kecurangan itu. Tapi untuk mempertegas laporan, kami memberikan para pelapor itu format A-1 (pengaduan), agar jelas siapa pelapor, terlapor dan uraian tentang indikasi kecurangan yang dilaporkan," katanya, di Purwakarta, Selasa (28/1), seperti dilansir Antara.

Seperti diketahui, sejumlah pihak melapor kepada Panwaslu setempat terkait indikasi kecurangan pelaksanaan Pilkada yang dilakukan oleh KPUD dan pasangan Dedy Mulyadi-Dudung B Supardi (Koalisi Partai Golkar dan PKS).

Pelapor berasal dari Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP), tim sukses pasangan incumbent Lily Hambali Hasan-Endang Koswara (Koalisi PDIP, PKB dan PBB) dan tim sukses Burhan Fuad-Nana Syamsudin (Koalisi PAN, PPP dan Partai Demokrat).

Dalam laporan pertama, menurut Sarifudin, tidak jelas siapa yang bertanggungjawab atas laporan tersebut. Sehingga, dengan diberikannya format A-1 untuk selanjutnya diisi oleh seseorang yang melapor, maka akan jelas siapa yang bertanggungjawab.

Kini pihaknya tinggal menunggu laporan format A-1 dari pelapor. "Tenggang waktu laporan format A-1 terhitung tujuh hari setelah diberikan. Masing-masing pelapor sudah kami beri format A-1 pada Jumat (25/1) lalu," kata Sarifudin.

Sementara itu, meski mendapat reaksi keras dari masyarakat yang tergabung dalam GMMP dan sempat berjanji menghentikan perhitungan perolehan suara sementara, hari Senin (28/1) KPUD Purwakarta menggelar rapat rekapitulasi perolehan suara, disusul dengan rapat penetapan perolehan suara masing-masing calon.

Rekapitulasi suara itu dihadiri masing-masing PPK (panitia pemilihan kecamatan), Panwaslu, Desk Pilkada, dan seorang saksi dari pasangan calon Dedy Mulyadi-Dudung B Supardi.

Namun, saksi dari pasangan calon Lily Hambali Hasan-Endang Koswara dan saksi dari pasangan calon Burhan Fuad-Nana Syamsudin tidak hadir dalam acara tersebut.

Berdasar hasil rekapitulasi suara itu, pasangan Dedy-Dudung memperoleh suara terbanyak, yakni 155.682 suara atau 37,54 %. Sedangkan pasangan Burhan-Nana memperolah 134.794 suara atau 32,50 %, dan Lily-Endang 111.442 atau 26,87 % suara.

Sebanyak 401.919 suara dinilai sah sedangkan 12.818 suara tidak sah. Dengan demikian, pemilih yang menggunakan hak pilihnya, sesuai dengan data rekapitulasi suara itu sebanyak 414.757, dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 590.186 pemilih.

Ketua KPUD Purwakarta Dadan Komarul Ramdan mengatakan, dari data rekapitulasi tersebut, diketahui tingkat partisipasi masyarakat Purwakarta mencapai 70,72 %. Sementara masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada kali ini mencapai 29,73 %.

"Angka partisipasi masyarakat Purwakarta pada Pilkada kali ini cukup bagus, dibandingkan dengan kabupaten/kota lain," katanya. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.