Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 3 September 2015 | 13:49 WIB
Hide Ads

Bukan Perang Suku, Situasi Tarakan Normal Kembali

Oleh : Bayu Hermawan | Selasa, 28 September 2010 | 16:27 WIB

Berita Terkait

Bukan Perang Suku, Situasi Tarakan Normal Kembali
Ketut Untung Yoga Ana - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Tarakan - Situasi di Tarakan pasca terjadinya bentrokan antar warga yang terjadi pada hari Minggu (26/9) dan Senin (27/9), saat ini berangsur normal.Menurut Wakadiv Humas Polri Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana, bentrokan yang terjadi tidak dipicu karena masalah kesukuannamun lebih pada masalah individu."Seluruh ekonomi sekarang ini sudah berangsur-angsur kondisi normal. elemen masyarakat mendukung upaya-upaya penegakan hukum," terangnya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/9).Polisi menghimbau seluruh elemen masyarakat supaya bisa menahan diri agar peristiwa ini tidak lagi berulang."Pemerintah dalam hal ini mengimbau. Saat ini sudah dilakukan langkah-langkah kepada tokoh-tokoh yang terlibat, kita akan mengali keterangan dari hal itu," katanya sambil mengatakan proses hukum saat ini masih dilanjutkan. Menurut Wakadiv Humas sudah dilakukan langkah-langkah koordinasi baik antara masyarakat setempat maupun kepolisian."Kemudian sekarang dilakukan oleh Pemda maupum Masyarakat setempat dan kepolisian melakukan pertemuan-pertemuan dalam rangka meredakan situasi. kesepakatan antara lain melihat persoalan bukan antar suku tapi sebagai individu," jelasnya.Wakadiv juga mengatakan bentrokan antar kelompok masyarakat di Tarakan tersebut diawali pada tanggal 26 September sekitar pukul 23.30 WITA. Saat itu ada perkelahian antara warga keturunan Bugis dengan Tidung, di Juanda Permai Tarakan. Perkelahian terjadi berawal dari Abdurrahman Syah warga Junda Permai, saat melintas di forum Korpri Jl. Serunai 3. Saat itu Abdurrahman Syah dianiaya oleh 5 orang yang tidak dikenal.Akibatnya dirinya harus dirawat di RS Tarakan. Mengetahui kejadian itu, orang tua Abdurrahman Syah, Abdullah (56) bersama 6 orang dari keluarga Tidung mencari pengeroyok pada Senin (27/9) 00.00 WITA. Akibatnya terjadi kembali bentrokan di Perumahan Serunai 3, yang mengakibatkan Abdullah tewas sekitar pukul 01.00 WITA. Dari bentrokan tersebut sebuah rumah milik Nurdin dirusak. [mah]

3 Komentar

Image Komentar
TRI LESTARI - Rabu, 29 September 2010 | 19:26 WIB
Saudaraku semua marilah kita junjung persatuan dan kesatuan ri yang kita cintai ini, marilah kita pelihara tali silaturahmi agar mendapat rahmad allah swt
Image Komentar
NJ - Rabu, 29 September 2010 | 16:52 WIB
Kami siap rela berkorban demi kaltim!!!!!,,,usir yg coba injak2 tanah kami...
Image Komentar
AMSAH - Selasa, 28 September 2010 | 18:11 WIB
Jadi kan lah hidup dengan damai sehingga tak terjadi nya konflik2 di seluruh masyarakat...

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.