Rabu, 3 September 2014 | 01:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bukan Perang Suku, Situasi Tarakan Normal Kembali
Headline
Ketut Untung Yoga Ana - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Bayu Hermawan
metropolitan - Selasa, 28 September 2010 | 16:27 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Tarakan - Situasi di Tarakan pasca terjadinya bentrokan antar warga yang terjadi pada hari Minggu (26/9) dan Senin (27/9), saat ini berangsur normal.

Menurut Wakadiv Humas Polri Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana, bentrokan yang terjadi tidak dipicu karena masalah kesukuan
namun lebih pada masalah individu.

"Seluruh ekonomi sekarang ini sudah berangsur-angsur kondisi normal. elemen masyarakat mendukung upaya-upaya penegakan hukum," terangnya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/9).

Polisi menghimbau seluruh elemen masyarakat supaya bisa menahan diri agar peristiwa ini tidak lagi berulang.

"Pemerintah dalam hal ini mengimbau. Saat ini sudah dilakukan langkah-langkah kepada tokoh-tokoh yang terlibat, kita akan mengali keterangan dari hal itu," katanya sambil mengatakan proses hukum saat ini masih dilanjutkan.

Menurut Wakadiv Humas sudah dilakukan langkah-langkah koordinasi baik antara masyarakat setempat maupun kepolisian.

"Kemudian sekarang dilakukan oleh Pemda maupum Masyarakat setempat dan kepolisian melakukan pertemuan-pertemuan dalam rangka meredakan situasi. kesepakatan antara lain melihat persoalan bukan antar suku tapi sebagai individu," jelasnya.

Wakadiv juga mengatakan bentrokan antar kelompok masyarakat di Tarakan tersebut diawali pada tanggal 26 September sekitar pukul 23.30 WITA. Saat itu ada perkelahian antara warga keturunan Bugis dengan Tidung, di Juanda Permai Tarakan.

Perkelahian terjadi berawal dari Abdurrahman Syah warga Junda Permai, saat melintas di forum Korpri Jl. Serunai 3. Saat itu Abdurrahman Syah dianiaya oleh 5 orang yang tidak dikenal.

Akibatnya dirinya harus dirawat di RS Tarakan. Mengetahui kejadian itu, orang tua Abdurrahman Syah, Abdullah (56) bersama 6 orang dari keluarga Tidung mencari pengeroyok pada Senin (27/9) 00.00 WITA. Akibatnya terjadi kembali bentrokan di Perumahan Serunai 3, yang mengakibatkan Abdullah tewas sekitar pukul 01.00 WITA. Dari bentrokan tersebut sebuah rumah milik Nurdin dirusak. [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
Tri Lestari
Rabu, 29 September 2010 | 19:26 WIB
Saudaraku semua marilah kita junjung persatuan dan kesatuan RI yang kita cintai ini, marilah kita pelihara tali silaturahmi agar mendapat rahmad Allah SWT
NJ
Rabu, 29 September 2010 | 16:52 WIB
kami siap rela berkorban demi kaltim!!!!!,,,usir yg coba injak2 tanah kami...
amsah
Selasa, 28 September 2010 | 18:11 WIB
jadi kan lah hidup dengan damai sehingga tak terjadi nya konflik2 di seluruh masyarakat...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER