INILAH.COM, Ngawi - Selebritis Ratih Sanggarwati dipastikan kalah telak dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Ngawi. Ratih berada di perolehan ketiga, jauh di bawah incumbent. Bukti popularitas tak menjamin?
Dalam penghitungan cepat yang dilakukan DKP (Dukung Kelancaran Penyelenggara) Ngawi Sabtu (15/5), Ratih berada di urutan ketiga. Urutan pertama ditempati pasangan calon bupati incumbent Budi Sulistyono-Ony Anwar Harsono.
Ratih mengaku kecewa atas hasil rekapitulasi sementara tersebut. Dia menduga adanya kecurangan dalam pemilihan yang diikuti lima pasang calon bupati tersebut. "Bisa jadi yang terjelek di Jatim atau bahkan se-Indonesia," kata Ratih kepada Radar Madiun di kediamannya.
Sebagai contoh, Ratih mengungkap temuan timnya soal suara rusak atau tidak sah yang mencapai 20 persen lebih. Belum lagi, warga yang tidak menyalurkan hak suara. "Totalnya bisa mencapai 40 persen. Jadi, hanya separo yang memilih. Apa itu namanya tidak karut-marut," ujarnya.
Menurut dia, penyebab amburadulnya pilbup adalah kurangnya sosialisasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi. Ketidakseriusan KPU membuat tingginya calon pemilih yang absen untuk menyalurkan suara.
"Tim sukses yang dibentuk masing-masing pasangan sudah maksimal. Menyosialisasikan lewat kampanye sampai pelosok-pelosok desa. Tapi, tanpa ada dorongan pihak penyelenggara pilkada (KPU, Red) tentu tidak akan maksimal," ungkapnya.