Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 27 Juli 2017 | 03:49 WIB

Jamsostek Rangkul Petani

Oleh : Krista Riyanto, Kontributor | Minggu, 10 Agustus 2008 | 22:01 WIB
Jamsostek Rangkul Petani
suarapembaruan.com
facebook twitter

INILAH.COM, Bandar Lampung Semua orang butuh makan. Bahan pokoknya dari hasil olahan petani. Karenanya, petani wajib dilindungi. PT Jamsostek paham itu. Maka, kepada petani, mereka guyurkan dana segar untuk menopang peningkatan produksi. Para petani di Rajawitu Selatan, Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung, kini bisa tersenyum lega. Maklum, perjuangan mereka di sawah sudah bisa lebih terjamin. Kucuran dana operasional Rp 11,63 miliar dari Jamsostek jadi pemicu.Dana dari Jamsostek itu disalurkan lewat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Lampung Bina Sejahtera. Bentuknya pinjaman lunak. Bunganya hanya 3% flat per tahun. Dana itu untuk mendukung upaya petani meningkatkan produktivitas padi dan jagung. Lahan garapan mereka seluas 2.530 hektare.Penandatanganan pengucuran pinjaman antara Jamsostek, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan BPR Lampung Bina Sejahtera dilangsungkan Sabtu (9/8) di Bandar Lampung. Acara dihadiri staf ahli Menneg BUMN Parikesit Suprapto, Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga, Direktur Utama PNM Parman Nataatmaja, dan Presiden Direktur MS Corporation Mochtar Sany F Badrie.Dalam kerja sama ini, PNM memberikan Rp 1,2 miliar berupa dana pendampingan dan penguatan. Bagi Jamsostek, pinjaman kemitraan di sektor pangan ini merupakan yang pertama. "Lampung dicanangkan sebagai lumbung pangan nasional. Kami berkomitmen membantu sektor ini sebagai corporate social responsibility," kata Hotbonar.Dari dana Rp 11,6 miliar itu, setiap hektare padi mendapat kucuran Rp 4,6 juta. PNM bertindak sebagai koordinator, pelaksana, dan pengevaluasi program. BPR Lampung Bina Sejahtera sebagai channeling agent yang bertanggung jawab menyeleksi calon mitra binaan, pelaksana pengembalian angsuran pokok dan bunga. Pemkab Tulangbawang sebagai pemberi rekomendasi calon mitra binaan.Penjaminan program ini diteken Bupati Tulangbawang Abdurrachman Sarbini, PT Askrindo Pusat, dan BPR Lampung Bina Sejahtera di Gedung BI, 6 Juli lalu."Kami membangun satu sistem agar bisa diperoleh hasil maksimal dan meminimalisasi risiko dengan dukungan stakeholder dan offtaker Konsorsium Satmakura," kata Mochtar.Dari sisi manajemen dan organisasi, 7 Januari 2008 diteken kesepakatan Deklarasi Campang Raya antara Asosiasi Perwakilan Desa Indonesia (Apedsi), Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi), dan Konsorsium Satmakura. Sebagai langkah strategis, di tiap desa dibentuk Perusahaan Daerah Gerbang Sari atau Gerakan Kebangkitan Desa Mandiri (Prudes).Lembaga usaha milik desa yang dibentuk kepala desa dan tokoh masyarakat desa untuk kepentingan masyarakat. Tapi, pengelolaan tetap profesional. Lembaga ini merupakan sarana pintu masuk akses permodalan, teknologi, mekanisasi, dan manajemen.Dari aspek mekanisasi dan teknologi, bekerja sama dengan Politeknik Universitas Lampung dalam wadah Satmakura Polinela Sejahtera (SPS). "Kami menyiapkan 150 hand tractor lengkap dengan operator yang direkrut dari alumni, mahasiswa politeknik, dan pemuda setempat," kata Mochtar.Untuk meningkatkan produktivitas, digunakan pupuk organik yang mampu melipatkan kapasitas panen sekaligus memberikan solusi penggunaan pupuk anorganik yang sulit didapatkan petani. Kerja sama ini juga meliputi aspek pemasaran. Untuk meningkatkan posisi tawar petani, disiapkan 10 hektare lahan rice milling unit (RMU) berupa mesin pengering, pengolah, dan silo untuk pergudangan.Gebrakan lembaga keuangan ini melengkapi gebrakan sejumlah investor pertanian yang juga menggarap Lampung. Sebelumnya, perusahaan konsorsium nasional menggarap 2.000 hektare sawah di Lampung Timur dengan nilai investasi Rp 100 miliar. [I3]

 
x