Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 25 April 2018 | 23:37 WIB
 

Nasabah Laporkan Direktur AIA ke Polda Metro Jaya

Oleh : Willi Nafie | Rabu, 10 Januari 2018 | 11:13 WIB
Nasabah Laporkan Direktur AIA ke Polda Metro Jaya
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Nasabah Johnny Situwanda melaporkan Presiden Direktur dan Senior Manager PT AIA Financial Indonesia (AIA), Ben Eng dan Donna Rosaline Panjaitan ke Polda Metro Jaya.

Sebab AIA diduga telah melanggar Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, sekaligus disinyalir melakukan penipuan dan penggelapan.

Adapun laporan tertuang dalam LP/137/I/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 9 Januari 2018, AIA dijerat Pasal 8 Ayat 1 huruf (F), Pasal 9 huruf (k), dan Pasal 18 Juncto Pasal 62 Ayat 1 Juncto Pasal 63 huruf (c) dan (f) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Juncto Pasal 378 Juncto Pasal 372 KUHP.

"Kita laporkan karena permintaan pembatalan atau penutupan investasi ditolak pihak AIA," ujar kuasa hukum Johnny, Ardy Susanto, Rabu (10/1/2017).

Ardy menuturkan, kasus ini bermula dari Johnny menginvestasikan uang Rp 2,3 miliar ke AIA pada 2010 silam. Investasi dilakukan setelah ia dijanjikan akan meraup keuntungan yang menggiurkan.

Pihak AIA menyampaikan tidak ada kisah merugi dalam investasi ini. Karena yakin dengan janji dan ucapan tersebut, uang Rp 2,3 miliar Johnny diinvestasikan pada lima polis.

"Janjinya di atas tiga tahun sejak pertama kali investasi, keuntungan bakal diraih sebanyak 30 sampai 40 persen dari total uang yang diinvestasikan. Investasi berjalan dengan adanya potongan-potongan dana. Pada tahun pertama, potongan sebesar 50 persen diberlakukan AIA terhadap uang Johnny. Selanjutnya tiap bulan potongan yang bervariasi jumlahnya terus berlangsung. Kisarannya Rp 1 juta per bulan," tuturnya.

Setelah berjalan beberapa bulan, pemotongan uang investasinya mulai dipersoalkan dan beberapa tahun kemudian uang bukannya bertambah melainkan menyusut hingga merugi. Sehingga permintaan pembatalan atau penutupan investasi dilakukan.

Namun permintaan itu dianggap dipersulit atau ditolak, lantaran permohonan pengembalian uang Johnny secara utuh ditolak. AIA hanya memulangkan dana investasi Johnny sebesar Rp1,5 miliar yang berasal dari tiga polis. Sementara uang dari dua polis yang bernilai sekitar Rp 400 jutaan, tak dipulangkan.

"Pengembalian tiga polis senilai Rp 1,5 miliar juga sesungguhnya tidak sesuai, seharusnya Rp 1,9 miliar. Nanti apabila perkara masuk di pengadilan, saya juga akan minta ganti rugi lebih besar dari Rp 400 juta, karena jika ibarat menyimpan uang di bank, seharusnya ada bunga yang didapat," tandasnya. [wll]

Komentar

 
Embed Widget

x