Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 04:17 WIB

Kasus Tanah, Polisi Selidiki Peran Sandiaga

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 25 Oktober 2017 | 15:57 WIB
Kasus Tanah, Polisi Selidiki Peran Sandiaga
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan menyelidiki keterlibatan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dalam kasus penggelapan tanah yang menyeret rekan kerjanya Andreas Tjahjadi menjadi tersangka.

"Nanti kita cek keterlibatan beliau (Sandiaga). Karena yang kita fokuskan ya temennya, Pak andreas itu yang sudah jadi tersangka," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (25/10/2017).

Meski demikian ia mengaku polisi belum mengagendakan pemeriksaan Sandiaga sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah.

Ini bukan karena polisi tidak berani memanggil Sandi yang kini telah berstatus orang nomor dua di ibukota. Hal itu melainkan karena polisi masih merasa belum membutuhkan keterangan Sandi.

"Belum ada agenda pemanggilan ya," ujarnya.

Diketahui, Andreas Tjahjadi dan Sandiaga Uno dilaporkan oleh seseorang bernama Fransiska Kumalawati Susilo ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan. Laporan itu dibuat pada tanggal 8 Maret 2017.

"Yang dilaporkan masalah penggelapan, Pasal 372 KUHP. Terlapornya Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno," kata Argo.

Laporan bernomor LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum itu baru didisposisi ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi belum memanggil pihak-pihak terkait laporan tersebut.

Sementara itu, Fransiska Kumalawati Susilo mengatakan, pihaknya melaporkan Sandiaga ke Polda Metro Jaya atas kuasa dari Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward S Soeryadjaya. Ia mengatakan, Andreas dan Sandiaga diduga telah melakukan penggelapan, saat melakukan penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten pada 2012.

Sebelum menempuh jalur hukum, Fransiska mengklaim, pihaknya telah berupaya menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan bersama keduanya.

Menurutnya, upaya tersebut telah ditempuh sejak Januari 2016. Namun, menurutnya, keduanya tak kunjung menyelesaikan masalah tersebut hingga saat ini.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x