Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 20:11 WIB

Cabuli 2 Anaknya, Sumadi Dibekuk Polisi

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 22 September 2017 | 11:31 WIB
Cabuli 2 Anaknya, Sumadi Dibekuk Polisi
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh Prakoso - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan pihaknya berhasil membekuk Sumadi (51) seorang ayah yang tega mencabuli dua anaknya FR (13) yang masih duduk di bangku SMP dan M (18).

Ia menjelaskan, pencabulan itu terjadi pada bulan Agustus 2017. Saat itu korban sedang berada di dalam kamar, sedangkan istrinya tengah pergi. Kesempatan itu digunakan pelaku untuk berbuat bejat terhadap anak kandungnya. Pelaku berdalih sudah tak diberi jatah lagi oleh istrinya.

"Kejadian pada bulan Agustus 2017 lalu, korban FR disetubuhi pelaku yang merupakan ayah kandungnya sebanyak dua kali, " katanya di Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Ia menjelaskan, Sumadi menjalankan aksi bejatnya it di rumah. Pelaku menghampiri korban yang sedang berada di kamarnya. Pelaku lalu memberikan uang senilai Rp 100 ribu serta air mineral kepada korban. Setelah korban meminum air mineral yang diberikan oleh pelaku, korban menjadi tidak sadar dan lemas.

"Diduga air tersebut dicampur obat penenang sehingga korban tak sadar. Saat korban tak berdaya, pelaku menyetubuhi korban," tuturnya.

Puas mencabuli anaknya, pelaku mengancam korban akan dibunuhnya bila memberitahukannya ke ibu dan kakaknya. Mendengar ancaman tersebut, korban pun ketakutan dan pasrah digagahi pelaku untuk yang kedua kalinya.

Kasus ini terbongkar saat korban mengeluh kesakitan di kemaluannya kepada kakaknya. Setelah dipaksa cerita, korban mengaku sudah disetubuhi ayahnya dua kali, kakak beradik itu lantas menceritakan perbuatan bejat pelaku ke ibundanya

"Ibunya lalu melaporkan kejadian itu ke Polres Jakarta Selatan, korban lalu divisum dan hasilnya ada luka pada bagian kemaluan korban. Saat diselidiki, pelaku ternyata melakukan hal serupa pada kakaknya. Pelaku dijerat pasal 76D Jo 81 UU RI No. 35 Th 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman maksimal 15 Tahun," jelasnya. [rok]

Tags

Komentar

 
x