Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 17:20 WIB

Diduga Curi Vape di Tebet, Abi Tewas Dianiaya

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 8 September 2017 | 13:07 WIB
Diduga Curi Vape di Tebet, Abi Tewas Dianiaya
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan penganiayaan terjadi di Pejompongan Tanah Abang, 29 Agustus 2017.

Ia menjelaskan seorang pria bernama Abi Qowi Suparto (22) dianiaya oleh sejumlah orang karena dituding mencuri vape (rokok elektronik) di Rumah Tua Vape, Tebet, Jakarta Selatan. Dugaan pencurian itu tidak dilaporkan ke kepolisian dan hanya ditangani oleh pemilik dan karyawan outlet vape tersebut.

Abi berhasil ditemui dan dibawa oleh beberapa karyawan dan rekan pemilik outlet vape tersebut pada 29 Agustus 2017. Dia dipersekusi, dihakimi dan dianiaya di sebuah outlet vape di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Korban ditemukan dalam keadaan kritis di Jalan Penjernihan Raya, selanjutnya oleh keluarga dibawa ke RSUD Tanah Abang," katanya di Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Akibat kondisi kesehatan yang terus memburuk, korban kemudian dirujuk ke RS Tarakan, Jakarta Pusat. Namun nahas, korban akhirnya meninggal dunia pada 3 September 2017.

"2 Hari setelah meninggal, beredar video penganiayaan terhadap korban di grup WhatsApp dan sampai ke pihak keluarga," kata dia.

Berbekal bukti itu, keluarga korban lantas melaporkan aksi persekusi tersebut ke polisi pada Kamis 7 September 2017 siang. Kamis malam, polisi berhasil menangkap empat pelaku persekusi di outlet vape di Tebet dan di Pejompongan.

Empat pelaku yang ditangkap masing-masing bernama Rajasa SH (34), Fachmi KF (39), Armyando A (49), dan Aditya PW (20). Sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 tongkat besi, 1 pasang sepatu tactical, sejumlah pakaian, dan 1 ponsel yang digunakan untuk merekam aksi penganiayaan.

"Pelaku kami jerat Pasal 170 dan atau Pasal 340 KUHP tentang Pengeroyokan dan atau pembunuhan berencana," tandasnya. [rok]

Komentar

 
Embed Widget

x