Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 19:22 WIB

Keroyok Anggota TNI, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 19 Juni 2017 | 12:42 WIB
Keroyok Anggota TNI, Polisi Tetapkan 4 Tersangka
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan pihaknya sudah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan anggota TNI bernama Prada Ananda Puji Santoso (22) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Iya, total ada empat orang tersangka," katanya di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Iriawan menjelaskan, empat orang itu membantu untuk melakukan penganiayaan terhadap Ananda. Namun Kapolda Metro belum memberkan identitas mereka.

Sementara itu, terkait kejadian tabrak lari yang terjadi di kawasan yang sama tak lama setelah Ananda mengalami insiden penganiayaan. Polisi kini tengah bekerjasama dengan pihak TNI. Sebab, beberapa orang yang melakukan tabrak lari sempat mengaku anggota TNI.

"Domainnya lain yah. Sipilnnya empat orang," ujarnya.

Untuk diketahui, pada Sabtu 17 Juni 2017 tengah malam dan Minggu 18 Juni 2017 dini hari, terjadi dua peristiwa kekerasan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Yang pertama adalah penusukan terhadap seorang anggota TNI bernama Prada Ananda Puji Santoso di belakang patung Ondel-ondel, Kemayoran. Pelaku diduga sekelompok orang yang tengah melakukan aksi Sahur On The Road (SOTR).

Akibat kejadian itu, Ananda terluka di pinggang bagian kiri. Setelah peristiwa itu, sekitar pukul 03.30 WIB-nya ada sekelompok orang yang menggunakan sepeda motor dan mobil menghampiri warga yang sedang duduk di tengah tugu Ondel-ondel.

Tak lama kemudian, ada penyerangan yang terjadi terhadap beberapa pemuda di kawasan Gang laler yang tak jauh dari lokasi Ananda mengalami penyerangan. Mobil itu bahkan sempat menabrak warga yang sedang duduk di tengah tugu Ondel-ondel. Orang yang berada di mobil pun sempat turun dan mengeluarkan tembakan ke atas dan mengaku sebagai anggota TNI kemudian pergi.

Dalm kejadian kedua, ada dua orang korban yakni ernama Andrian Dwi Nanda (18) yang tewas karena diseruduk mobil. Sedangkan Abdul Qosim (32) kritis karena luka di kepala dan sekujur tubuh. Meski begitu, belum bisa dipastikan apakah adanya hubungan antara peristiwa penusukan yang dialami Prada Ananda dan kasus penabrakan itu. [rok]

 
Embed Widget

x