Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 22:26 WIB

DKI Bentuk Tim Investigasi Apartemen Grand Marina

Oleh : Ajat M Fajar | Kamis, 25 Mei 2017 | 19:21 WIB
DKI Bentuk Tim Investigasi Apartemen Grand Marina
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI, Gamal Sinurat - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI membentuk tim investigasi terkait pembangunan apartemen Grand Marina yang ditolak warga Ancol Barat karena dugaan pelanggaran yang terjadi terhadap proyek hunian vertikal tersebut.

Asisten Pembanguan dan Lingkungan Hidup DKI, Gamal Sinurat mengatakan pihaknya telah menerima laporan penolakan warga terhadap pembangunan apartemen. Termasuk laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan.

"Kami sudah terima aduan masyarakat itu. Dan akan menindaklanjutinya dengan membentuk tim investigasi terkait pembangunan apartemen itu," ujar Gamal di Jakarta, Kamis (25/5/2017).

Menurut dia, dari laporan yang diperolehnya bahwa pengembang apartemen itu telah melakukan pemasaran. Padahal izin yang dikantongi baru sebatas izin uji beban.

"Kalau memang demikan itu pelanggaran dan harus dihentikan. Bila tidak, sanksi tegas akan dilayangkan pihaknya terhadap pengembang tersebut. "Sanksi pasti ada untuk pelanggaran tersebut. MUlai dari peringatan hingga penyegelan," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum warga Ancol Barat, Yudistira mengapresiasi langkah Pemprov DKI yang menindaklanjuti laporan warga. Yudistira mengatakan pihaknya telah memiliki bukti bahwa penggembang apartemen Grand Marina telah melakukan pemasaran. "Kita akan berikan bukti-buktinya. Kami memiliki data bahwa pengembang telah melakukan pemasaran," ujarnya.

Sebelumnya Aksi unjuk rasa menolak pembangunan apartemen di wilayahnya digelar warga Ancol Barat, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (21/5) lalu. Mereka menilai pengembang hunian vertikal tersebut telah melanggar lantaran telah melakukan pemasaran.

Unjuk rasa dilakukan saat pihak pengembang Apartemen Grand Marina menggelar peresmian pemasaran kepada calon pembeli di Jalan Taman Marina Blok CA2 No.6D, Ancol, Jakarta Utara. Puluhan orang memasang spanduk penolakan.

Berdasarkan informasi yg diperoleh warga, pihak pengembang Grand Marina mengajukan izin dengan luas 5,7 hektare. Sementara luas sebenarnya hanya sekite 7000 meter.

Luas tanah 5,6 Ha adalah meliputi pemukiman warga. Warga mempertanyakan bagaimana mungkin bisa dikeluarkan izin untuk tanah hanya seluas sekitar 7000 meter dengan KLB 4 dan KDB 45 persen bisa membangun apartemen dua tower. "Ini bisa diduga ada manipulasi data yang dilakukan," kata Yudistira.

Bila hal ini terbukti warga akan melakukan proses hukum pidana terhadap pelaku dan pihak-pihak yg terlibat didalamnya baik dari unsur swasta maupun pemerintahan. Perlu diketahui bahwa warga memiliki bukti bahwa pengembang telah melakukan penjualan sebelum semua perijinan terpenuhi dan akan segera membawa permasalahan ini ke jalur pidana.

Saat dikonfirmasi, Ratdi Gunawan, konsultan pemasaran Apartemen Grand Marina, mengatakan bahwa penolakan yang dilakukan warga hanya masalah komunikasi. Alasannya, Ratdi mengatakan bahwa pihaknya telah memenuhi berbagai tuntutan warga yang disampaikan sebelumnya.

"Awalnya kami berencana membangun 40 lantai tapi karena keberatan kami mengurangi menjadi 29 lantai," ujarnya.

Tidak hanya itu, Ratdi juga mengaku telah mengantongi perizinan dari Pemprov DKI. "Bagaimana mungkin kami tidak punya izin. Apalagi lahan yang kami gunakan adalah HPL Jaya Ancol. Tanp ada izin dari bersangkutan alat berat kami tidak bisa masuk," kata Ratdi.[jat]

Tags

Komentar

 
x