Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 10:13 WIB

Warga Ancol Tolak Pembangunan Apartemen

Oleh : Ajat M Fajar | Rabu, 17 Mei 2017 | 17:54 WIB
Warga Ancol Tolak Pembangunan Apartemen
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Pademangan - Warga Ancol Barat, Pademangan, Jakarta Utara menolak rencana pembangunan paratemen di wilayahnya, karena khawatir hunian eksklusif tersebut akan mengganggu kenyamanan.

Kuasa hukum warga Ancol Barat, Yudistira mengatakan penolakan tersebut telah disampaikan warga saat sosialisasi digelar di kantor RW setempat pada 2010 lalu.

Saat itu warga meminta pihak pengembang untuk menunjukkan surat izin pembangunan. Namun sampai kini tidak juga diterima warga.
Malah kata Yudistira, pembangunan sudah dimulai dengan memasang tiang pancang. "Karena tidak juga ditunjukkan, warga mencurigai pengembang belum mengantongi izin jadi mereka menolak," kata Yudistira, Rabu (17/5/2017).

Dia mengatakan warga mengkhawatirkan adanya pembangunan apartemen di sekitar pemukiman mereka akan mengganggu kenyamanan.

Pasalnya lahan yang digunakan untuk membangun tempat tersebut sangatlah berdekatan dengan pemukiman dan tidak terlalu luas.

"Padahal untuk membangun apartemen diperlukan lahan yang cukup luas dan akses jalan sendiri. Bila tidak pasti kenyamanan warga akan terganggu," ucapnya.

Hal lain yang menjadi kekhawatiran warga ialah terkait penyediaan air tanah yang dapat dipastikan akan terganggu. Tingginya konsumsi air tanah oleh penghuni apartemen dapat mengurangi pasokan air warga.

Berdasarkan keberatan ini, Yudistira yang mewakili warga akan melakukan langkah hukum pidana terkait lingkungan. "Sebagai bentuk keberatan warga akan menggelar aksi. Bila tidak juga digubris warga akan bergerak untuk menyegel pembangunan apartemen tersebut," ancamnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Lurah Ancol, Sumpeno mengaku telah mendengar aksi penolakan warga terhadap pembangunan apartemen Grand Marina.

Sumpeno mengatakan, saat ini pembangunan belum dilakukan oleh pengembang. "Sementara ini masih perataan tanah dan pemagaran. Sedangkan untuk surat perizinan memang masih dalam proses pembuatan," ungkapnya.

Dia mengaku akan menfasilitasi untuk menggelar mediasi antara kedua belah pihak. "Saya akan mediasi agar kedua belah pihak berkomunikasi untuk mencari solusi," katanya.[jat]

Tags

 
x