Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 25 Mei 2017 | 10:18 WIB

Anies: Pemuda Betawi Harus jadi Agen Perubahan

Oleh : - | Sabtu, 13 Mei 2017 | 17:25 WIB
Anies: Pemuda Betawi Harus jadi Agen Perubahan
(Foto: Inilahcom/dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan meminta para pemuda Betawi untuk selalu berpikir ke depan.

"Secara teori, seseorang kalau yang dipikirkan adalah masa lalu dan yang dibicarakan juga masa lalu, bisa dikatakan sudah tua, namun jika omongannya masa depan bisa dikatakan muda," ujar Anies saat memberi sambutan di Kongres ke-VII forum komunikasi mahasiswa betawi, di NAM hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat malam (12/5/2017).

Dia menjelaskan, contoh problematika pemuda saat ini, jika tidak bisa membaca masa depan, maka banyak bangsa yang gagal. Hal tersebut terjadi, karena tidak bisa menbaca perkembangan masa depan dan perubahan.

"Contoh dulu banyak bisnis wartel, namun sering perkembangan zaman, mereka tergerus oleh produsen hp. Hal itu terjadi karena usaha wartel tidak bisa membaca perubahan dimasa depan," ujar Anies.

Di masa depan, menurut Anies, semua kalangan butuh kesejajaran karena membaca. Dia juga mberi contoh, bahwa pendiri NKRI banyak pembaca, contohnya menguasai berbagai macam bahasa dunia.

"Agus Salim, Sjahrir, Natsir, dan Soekarno menguasai lebih dari lima bahasa. Nah, anak muda saat ini bisa menjadi penentu perkembangan bangsa di masa depan. Hal tersebut tergantung niat dan usaha membaca yang dilakukan saat ini," kata Anies.

Selai itu, Anies mengkritisi masalah keterbukaan, dan masalah inovasi, hal yang menciptakan tradisi. Sebenarnya tradisi itu adalah hal yang dilakukan secara terus menerus, sehingga terjadilah sebuah kebudayaan.

"Permasalahannya adalah setelah terbentuk budaya, muncul problem untuk berinovasi kembali karena takut melanggar pakem yang yang sudah ada, lanjut Anies.

Terakhir, Anies mengoreksi, saat ini di pelosok Jakarta telah kehilangan sosok panutan, sebagai yang akan dicontoh oleh penerusnya. Dia menambahkan, yang telah sukses kebanyakn hilang dan tidak berbekas ilmunya, untuk diteruskan oleh yang muda. [*]

 
x