Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 15:22 WIB

Reklamasi Teluk Jakarta Ramah Lingkungan

Oleh : - | Selasa, 9 Mei 2017 | 22:43 WIB
Reklamasi Teluk Jakarta Ramah Lingkungan
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pakar reklamasi Sawarendro yakin reklamasi di pantai utara Jakarta tidak akan merusak lingkungan.

"Tujuan reklamasi di sana, salah satunya justru untuk merevitalisasi kawasan Teluk Jakarta yang saat ini tercemar," jelas Sawarendro kepada media, Selasa (9/5/2017).

Menurut Sawarendro, teknologi saat ini sudah semakin canggih. Ekologi dan reklamasi bukan lagi hal yang terpisah.

"Saat ini, dengan strategi perencanaan dan pengendalian yang tepat, reklamasi bisa membantu untuk mendukung kondisi lingkungan yang lebih baik," tegas Sawarendro.

Pemerintah, kata Sawarendro, memahami bahwa reklamasi bukan hanya merupakan pekerjaan keteknikan, namun juga berdimensi ekologi, sosial dan ekonomi yang harus menjadi perhatian bersama.

"Karena itu, ada aturan-aturan yang ketat dalam melaksanakan reklamasi," jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati mangatakan, dalam melaksanakan reklamasi Pantai Utara Jakarta Pemprov DKI melakukan pengendalian bertahap.

"Tujuannya, untuk menghindarkan dan meminimalkan potensi dampaknya terhadap lingkungan," ujar Tuty.

Sebelum memperoleh izin pelaksanaan reklamasi, tambah Tuty, pengembang harus melalui beberapa tahapan.

"Progresnya selalu kita cek. Jika kriteria persyaratan tertentu telah dipenuhi baru diberikan izin berikutnya. Ini dilakukan secara bertahap," jelas Tuty Kusumawati.

Menurut Tuty, ada sejumlah kajian yang harus ditempuh sebelum pelaksanaan proyek. "Untuk memperoleh izin lingkungan, misalnya, perlu dilaksanakan kajian amdal di setiap pulau reklamasi. Sementara, untuk memperoleh izin membangun prasarana reklamasi secara spesifik wajib dilakukan kajian hidrodinamika, dampak perubahan iklim, banjir, dan kajian teknis lainnya," ungkap Tuty.

Dengan pengendalian yang ketat oleh Pemerintah, Sawarendro yakin dampak reklamasi di Teluk Jakarta akan cenderung positif bagi perkembangan kota Jakarta. Kalau pun ada kerusakan lingkungan, kata Sawarendro, hal itu bersifat sementara.

"Dalam proses pembangunan apapun, wajar jika terjadi kerusakan sementara. Membangun saluran air di rumah saja harus ada tanah yang digali atau bangunan yang dihancurkan," kata Sawarendro.

Sawarendro optimis, setelah reklamasi tuntas kawasan Teluk Jakarta nantinya akan kembali bersih dan tertata apik. Ia memberikan contoh kawasan Marina Bay di Singapura yang saat ini airnya sangat bersih.
"Pada saatnya nanti, semoga Teluk Jakarta bisa seperti itu," kata Sawarendro. [rok]

Tags

Komentar

 
x