Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 10:22 WIB

Gubernur DKI Terpilih Diyakini Lanjutkan Reklamasi

Oleh : - | Kamis, 27 April 2017 | 19:33 WIB
Gubernur DKI Terpilih Diyakini Lanjutkan Reklamasi
Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pakar tekhnologi lingkungan yang juga direktur Indonesia Water Institute (IWI) Firdaus Ali optimistis Gubernur DKI Jakarta terpilih untuk tetap melanjutkan reklamasi Teluk Jakarta karena hal ini merupakan solusi mengatasi permasalahan Ibukota.

Menurut Firdaus Ali, permasalahan ibukota multidimensi. "Ada ancaman banjir, problem kependudukan dan daya dukung lingkungan, masalah ketimpangan kualitas wilayah, termasuk kualitas Teluk Jakarta yang terus menurun, yang memerlukan solusi," jelas Firdaus Ali, Kamis (27/4/2017).

Reklamasi, kata Firdaus, bagi ibukota sangat penting dan urgen. "Sejak direncanakan di era sembilan puluhan, hingga saat baru sebagian kecil yang terwujud," tambah Firdaus Ali.

Firdaus Ali berharap, pergantian kepemimpinan di ibukota tidak membuat realisasi reklamasi menjadi tertunda. Ia optimis Anies dan Sandi akan melihat permasalahan ini dengan cermat dan bisa memiliki visi yang sama dengan pemerintah yang sedang mencari solusi tepat dan cepat untuk Ibukota yang berkembang sangat pesat. "Melihat latarbelakang keduanya, saya cukup yakin Pemimpin baru Jakarta akan melanjutkan reklamasi," kata Firdaus Ali.

Pendapat Firdaus Ali senada dengan yang disampaikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut Luhut Panjaitan, Anies-Sandi pada saatnya akan mengerti bahwa proyek reklamasi saat ini sangat penting dan tak perlu dihentikan.

"Saya kira setelah lihat datanya dari hasil penelitian tentu akan datang dengan pikiran lebih jernih. Kita bicara untuk kepentingan nasional, kepentingan Jakarta. Karena penurunan kota Jakarta itu tiap tahun bisa 17,5 cm sampai 23 cm di beberapa tempat," ucap Luhut.

Di tempat terpisah, Ketua Indonesian Land Reclamation & Water Management Institute Sawarendro mengatakan, reklamasi merupakan hal yang lazim diterapkan di berbagai negara. "Banyak negara-negara di dunia yang sukses melakukan reklamasi. Singapura, Dubai, Hongkong, Jepang, Korea, Cina, bisa menjadi contoh," kata Sawarendro kepada media.

Menurut Sawarendro, teknologi saat ini sudah semakin canggih. Ekologi dan reklamasi bukan lagi hal yang terpisah. "Saat ini, dengan strategi perencanaan dan pengendalian yang tepat, reklamasi bisa membantu untuk mendukung kondisi lingkungan yang lebih baik," tegas Sawarendro.

Karena itu, tambah Sawarendro, semakin banyak pengambil kebijakan di berbagai negara memanfaatkan reklamasi untuk membangun tanah airnya. "Selain memperluas wilayah, reklamasi dapat membuat lahan yang tidak produktif menjadi bermanfaat," kata Sawarendro. [rok]

Tags

Komentar

 
x