Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 28 Mei 2017 | 00:44 WIB

Warga Dukung Polri Tolak Massa dari Luar Jakarta

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 18 April 2017 | 19:19 WIB
Warga Dukung Polri Tolak Massa dari Luar Jakarta
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif komunitas masyarakat peduli hukum dan keadilan (Komphak) Ibnu Mazjah mengatakan keamanan dan ketertiban kota Jakarta adalah hal yang paling utama. Bahkan menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah proses demokrasi.

Jelang pemungutan suara yang akan digelar 19 April besok, tensi kemanan justru semakin tegang. Untuk itu, pihaknya menegaskan bahwa kedatangan massa dari luar Jakarta yang tidak berkepentingan dan terlibat dalam proses Pilkada DKI di tempat pemungutan suara (TPS) harus ditolak.

"Ini demi mencegah terjadinya gangguan kemanan, memicu terjadinya konflik, kondisi tidak nyaman dan memberikan tekanan psikologis bagi para pemilih," katanya, Selasa (18/4/2017).

Menurut Ibnu, keterlibatan pihak yang tidak berkepentingan, apalagi terlibat dalam pengawasan pilkada DKI Jakarta putaran kedua tidak sejalan dengan fungsi pelaksanaan dan pengawasan yang secara limitatif sudah diserahkan kepada pihak-pihak berwewenang.

"Jadi mengundang perilaku anarki. Massa besar-besaran kampanye aja. Diluar itu, apalagi pas pemungutan itu haram dan melanggar hukum,"tambah Ibnu.

Komphak mengajak semua pihak agar mau melihat kepentingan yang lebih besar di balik pilkada. Pemilu kata dia harus dibiarkan berjalan dengan aman dan kondusif agar terpilih pemimpin yang akan dikawal dalam membangun kesejahteraan dan kemajuan ibu kota.

Komphak juga mendukung sepenuhnya aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk menindak segala bentuk pengabaian hukum dan anjuran yang telah dikeluarkan.

"Kapolda sudah kasih maklumat. Dia bisa melakukan tindakan yang dianggap penting atas asas kepentingan bersama. Kita minta jaminan sama aparat agar pemilu berjalan kondusif dan bersikap netral demi pemilu sehat dan berkeadilan. Jadi polisi harus bekerja lebih keras menolak massa yang sudah berdatangan ke Jakarta," tandasnya. [ton]

 
x