Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 12:49 WIB

Lumpuhkan Penjambret

Aiptu Sunaryanto Terima Penghargaan Kapolda

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 12 April 2017 | 09:44 WIB
Aiptu Sunaryanto Terima Penghargaan Kapolda
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Aiptu Sunaryanto akhirnya diganjar dengan penghargaan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan atas aksi heroiknya melumpuhkan penjambret yang menyandera seorang ibu dan anak dalam sebuah angkot beberapa hari lalu.

Dalam sambutannya dalam apel khusus ini, Iriawan mengaku secara pribadi dan institusi Polri mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk desikasi Sunaryanto. Aksi Sunaryanto ini dianggap menunjukkan citra positif terhadap satuan lalulintas.

"Terimakasih, tepuk tangan untuk yang bersangkutan. Sekali lagi saya dan keluarga besar Polda Metro Jaya merasa bangga dengan saudara, di tempat lain lalu lintas pernah menjatuhkan citra Polri, sementara di Polda Metro Jaya menaikkan citra Polri yang kita cintai," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/4/2017).

Selain memberikan penghargaan kepada Aiptu Sunaryanto, Iriawan juga memberikan penghargaan kepada anggota Polres Bandara Soekarno Hatta Aiptu Nugraha, yang berhasil menggagalkan masuknya barang haram jenis Sabu ke Indonesia.

Iriawan berharap seluruh anggota yang bertugas selalu memberikan kontribusi yang tinggi di Polri, dan juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan ini, lanjut Iriawan, dirinya berharap citra polri semakin dipercaya oleh masyarakat.

"Tunjukkan prestasi ini kepada yang lain. Demikian rekan-rekan yang saya sampaikan. Terimakasih selamat bertugas," akhirnya.

Sebelumnya, Wadir Lalu Lintas (Lantas) Polda Metro Jaya AKBP Indra Jafar mengapresiasi Aiptu Sunaryanto yang bertindak tepat, terhadap penjambretan dan penyanderaan di dalam angkutan. Kejadian tersebut terjadi di depan Bioskop Buaran, Raden Inten, Duren Sawit, JakartaTimur, sekitar pukul 18.30 WIB
.
"Menurut saya bagus sekali sudah selamatkan nyawa ibu dan anak, luar biasa, dengan kepekaan dia kepedulian dia sebagai polisi," kata Indra di Jakarta, Senin (10/4/2017).

Sunaryanto yang bertugas sebagai anggota polisi lantas itu sebenarnya sudah lepas dinas. Namun, tegas dia, Sunaryanto masih bertanggungjawab pekerjaan untuk mengayomi masyarakat.

"Padahal dia lepas dinas dia itu (Aiptu Sunaryanto), dia mau pulang. Tapi dia bertanggungjawab dan akhirnya Alhamdulillah bisa dilumpuhkan," katanya.

Dalam hal ini Indra menambahkan, agar seluruh anggota kepolisian melakukan hal yang serupa. Dapat membantu masyarakat meskipun di luar jam dinas.

"Sekarang lagi proses penyelidikan. Anggota kita luar biasa padahal disitu banyak orang, di situ luar biasa (tegang) tetapi tenang dan ambil tindakan cepat. Kita inginkan anggota kita seperti inilah," akhirnya.

Diketahui, korban bernama Risma Oktaviani dan putranya yang masih balita, Dafa Ibnu Hafiz disandera oleh laki-laki yang bernama Hermawan berniat mengambil harta benda Risma di dalam angkutan kota (angkot).

Seisi angkot mendadak panik, lalu lintas di sekitar lokasi kejadian pun ramai, bahkan macet. Tanpa pikir panjang pelaku minta perhiasan Risma dan meminta angkot segera dijalankan. Sayang, posisi pelaku keburu tersudut. Semua orang melihat, mengepung, tak ada jalan keluar lagi.

Hermawan pun panik, semakin menjadi, sedikit menyayat senjata tajam yang dia pakai untuk menyandera Risma dan anaknya. Akibatnya, darah pun keluar dari leher Risma. Polisi yang melintas, Aiptu Sunaryanto pun mencoba bernegosiasi.

Aiptu Sunaryanto terus berusaha melobi Hermawan. Namun pelaku tetap ngotot. Tak mau jatuh korban jiwa, petugas berinisiatif menembakkan senjata kepada pelaku. Alhasil, sandera pun berhasil diselamatkan. [rok]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x