Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 27 Mei 2017 | 07:33 WIB

Transportasi Online

Aplikasi Milik Pemprov DKI Lebih Menguntungkan

Oleh : - | Minggu, 19 Maret 2017 | 09:55 WIB
Aplikasi Milik Pemprov DKI Lebih Menguntungkan
Transportasi DKI Jakarta - (Foto: inilahcom/ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Transportasi online kini telah menjelma sebagai salah satu moda transportasi favorit warga perkotaan khususnya Jakarta. Cepat, efisien, selalu tersedia dan murah adalah sederet faktor penyebabnya. Namun dalam perkembangannya, bisnis transportasi online kerap diwarnai konflik karena banyak pelaku usaha transportasi umum konvensional yang merasa dirugikan lantaran kehilangan konsumen. Seperti yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini.

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pun paham betul, pelaku usaha transportasi darat menjadi penyumbang terbesar moda transportasi untuk wilayah Jakarta. Oleh sebab itu untuk meredakan konflik yang terus terjadi, pemprov DKI akan membuat aplikasi online khusus bagi para pelaku usaha transportasi konvensional, baik taksi hingga sepeda motor. Pemprov memberikan kebebasan bagi siapapun yang ingin bergabung di bawah naungan pemprov DKI.

Menurut jubir Ahok-Djarot Nevi Ervina Rahmawati, aplikasi transportasi online milik pemprov DKI Jakarta akan lebih mementingkan pola pembagian hasil yang menguntungkan bagi driver. Tidak seperti perusahaan transportasi online lainnya.

"Yang pasti yang lain khan profit oriented, keuntungan lebih besar untuk perusahaan. Kita harus bicara dulu psikologi ekonomi konsumen. Konsumen itu khan, akan mencari jalan untuk yang lebih sedikit demi mendapatkan manfaat yang lebih banyak dan nyaman. Itu hukum ekonomi standar. Nah, pak Ahok dan Djarot bersepekat melakukan hal yang sama agar masyarakat Jakarta berpindah ke angkutan umum dan itu bisa mengurangi kemacetan juga", ujarnya, dalam rilis yang diterima, Minggu (19/3/2017).

Menurut wanita yang juga seorang pelaku usaha dan pengamat transportasi ini, solusi itu dilontarkan Ahok saat berdiskusi dengan berbagai komunitas angkutan darat di Balaikota, satu hari sebelum ia cuti untuk mengikuti tahapan pilkada putaran dua. Pertemuan itu sendiri dihadiri berbagai komunitas angkutan darat yakni, Komunitas Bajaj, Komunitas Taksi, Charter Wisata, Komunitas Bus Kecil (Angkot), Komunitas Bus Sedang (KOPAJA), dan perwakilan ORGANDA. Sementara Ahok turut didampingi Wakadishub, dan Direktur Transjakarta.

Nevi memaparkan, dalam pertemuan itu, para anggota komunitas angkutan darat banyak mencurahkan kekhawatirannya kepada Ahok. Mereka takut kalah bersaing dan kehilangan pengasilan menyusul semakin berkembangnya bisnis transportasi darat berbasis aplikasi. Kepada mereka, Ahok mencoba memberikan pemahaman bahwa majunya globalisasi dan perkembangan teknologi tak dapat dibendung. Apalagi ke depan Jakarta bercita-cita menjadi Jakarta Smart City atau Kota Cerdas yang berbasis teknologi. Harapannya semua angkutan konvensional dapat menggunakan aplikasi Pemprov tanpa membayar. Diskusi pun berlangsung cair dan solusi yang ditawarkan Ahok disetujui semua peserta yang hadir.

" Itu luar biasa karena pembuatan aplikasi itu titik mahalnya. Aplikasi dinaungi oleh pemprov dan menurut saya itu sangat cerdas dan mereka sangat setuju.", ungkapnya.

Nevi menambahkan, kini persiapan untuk pembuatan aplikasi online milik pemprov telah berjalan. Payung hukum dan peraturan teknisnya sendiri akan menyusul hingga pilkada DKI Jakarta usai. Dinas perhubungan sendiri disebut Nevi sudah memberikan sinyal positif.

"Teman-teman sudah bersiap. Tapi karena ini melibatkan anggaran daerah berikut kebijakan-kebijakan yang mendukung, nanti untuk teknisnya menunggu pilkada selesai", ujarnya.

Sementara itu soal angkutan konvensional lain yang ikut tersingkir akibat maraknya angkutan online dan bus Transjakarta, pemprov DKI akan bekerja sama atau membeli angkutan bus seperti Metro Mini dan Kopaja agar mau bergabung dengan PT Transjakarta.

"Pak Ahok menawarkan untuk membeli angkot atau bus jika tak mampu diremajakan. Nantinya modal yang didapat dari jual mobil bisa digunakan untuk usaha seperti membuka warung. Nanti akan diatur juga dan ditertibkan penempatan lokasi warung itu di seputaran terminal atau tempat parkir. Dan itu disambut baik sekali oleh mereka"

"Pokoknya hasil pertemuannya sangat menggembirakan. Solusi pak Ahok juga bisa diterima oleh mereka. Bahkan di akhir pertemuan semua peserta berdiri dan bertepuk tangan.", cerita Nevi yang ketika itu turut mendampingi Ahok. [rok]

Tags

 
x