Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 10:12 WIB

RPTRA Bukti Ahok Peduli Keluarga di DKI

Oleh : - | Selasa, 14 Maret 2017 | 16:04 WIB
RPTRA Bukti Ahok Peduli Keluarga di DKI
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mencoba lapangan basket RPTRA Marunda - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Semenjak DKI Jakarta dipimpin Joko Widodo dan beralih tongkat kepemimpinan ke Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ada satu yang menjadi konsentrasi dari Ahok sapan Basuki yaitu Ruang Terbuka Hijau atau RPTRA.

RPTRA yang diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dibangun sebagian besarnya dengan menggunakan sumbangan dana Corporate Social Responsibility atau CSR. Peran pemprov biasanya dengan menyediakan lahan.

Biaya pembangunan biasanya berkisar 400-750 juta dari pihak swasta. Proses pembangunan, pengawasan, dan pemeliharaan RPTRA juga melibatkan masyarakat sekitar. Bahkan perawatan taman juga dilakukan oleh masyarakat di sekitar RPTRA dan dikoordinir oleh ibu-ibu PKK. Harapannya, RPTRA bisa ikut membantu kota DKI Jakarta untuk bisa meraih status kota layak anak sekaligus menyediakan ruang terbuka hijau bagi publik.

Ditargetkan pada tahun 2017, sebanyak 300 RPTRA telah terbangun di seluruh Jakarta.

Yang paling fonemenal adalah RPTRA Kalijodo

Kalijodo dulu dikenal sebagai sarang prostitusi yang sudah lama keberadaanya. Dalam proses perjalanannya, Ahok membongkar tempat mesum tersebut. Meski sempat terjadi perlawanan, Pemprov DKI Jakarta dibantu Polri berhasil membongkar tempat tersebut.

Bagaikan sulap, Ahok berhasil lokalisasi prostitusi menjadi RPTRA yang sangat menarik. Lokalisasi yang kini disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) berdesain modern, lengkap dengan fasilitas olah raga dan bermain anak. Lebih dari itu, Kalijodo dan berbagai RPTRA yang telah dibangun Pemprov DKI Jakarta, diharapkan tak hanya dilihat sebatas pembangunan fisik semata, namun juga memiliki nilai investasi sosial yang luar biasa bagi pembangunan Jakarta gotong royong di kemudian hari.

RPTRA Punya Peran Vital

Anggota Komisi XI DPR RI Eva Sundari mengungkapkan, RPTRA mempunyai peran vital dalam memfasilitasi tersedianya ruang-ruang bagi keluarga untuk berinteraksi, berkomunikasi dan memperkuat hubungan emosinal. Hal inilah yang menurutnya menjadi inti yang kuat sebagai bagian dari anggota masyarakat.

"RPTRA bukan sekedar bangunan bagus, modern atau sophisticated, tapi lebih merupakan ruang dimana keluarga bisa ketemu, punya waktu dan sama-sama menguatkan komunikasi di antara mereka. Karena bisa dibayangkan, anak bapak bisa main-main bersama itu khan, emosinya tidak seperti di rumah dan ini menurutku ( bukti bahwa ) Ahok itu pro kepada nilai-nilai keluarga. Yang ia tahu bahwa inti masyarakat di keluarga," ujar Eva, Selasa (14/3/2017)

Menurut Eva, jika terjalin komunikasi yang baik dalam ruang-ruang tersebut, ini akan menjadi modal terbentuknya pertahanan kuat di tingkat keluarga untuk menghadapi berbagai ancaman penyakit sosial seperti peredaran narkoba dan penyalahgunaan miras. Eva mencontohkan, di Eropa, minuman keras menjadi biang kerok tingginya angka kehamilan pada remaja. Setelah ditelusuri, terjerumusnya remaja disana pada hal-hal negatif tersebut adalah akibat tak berjalannya komunikasi yang baik dalam keluarga sehingga mekanisme saling menjaga, saling menguatkan, melindungi dan mengingatkan tidak ada.

Lebih jauh Eva menjelaskan, RPTRA juga penting sebagai alat kohesi komunitas dan diyakini dapat membentuk komunitas masyarakat yang lebih partisipatif dan demokratis yang ditandai dengan meleburnya berbagai komunitas antar golongan, antar agama dan antar status social.

"Ini sumbangan terbesar ( Ahok-Djarot) bagi problem masyarakat global saat ini dimana kecendrungan ekslusifitasnya itu kuat. Misalnya, melalui ekstrimisme, radikalisme, tapi (itu semua) dipotong sama Ahok sehingga ibu-ibu bisa kumpul melakukan kegiatan bersama, tidak terpisah-pisah menurut primordialnya," tegasnya.

Saat ini, pemerintahan Ahok-Djarot telah membangun 196 RPRTA yang sudah berfungsi. Ditargetkan akan dibangun lagi 200 RPTRA dalam 5 tahun ke depan. Pemprov DKI pun menjamin tidak akan ada warga yang dirugikan karena dalam pembelian lahan Pemprov menggunakan sistem partisipatif. Warga yang berminat menjual lahan dan rumahnya untuk dibangun RPTRA bisa langsung melapor kepada Pemprov.

Ke depan, Eva Sundari berharap, ada pelembagaan RPTRA dengan kepolisian dalam praktek pengamanan masyarakat atau Community Policing yang kini telah banyak diterapkan di luar negeri.

Artinya, masyarakat dilibatkan bersama untuk merespon aksi kriminalitas termasuk kejahatan seksual yang kerap mengintai anak dan perempuan. Masyarat bersama kepolisian akan sama-sama membangun strategi untuk mencegah dan menekan aksi kriminalitas di lingkungannya masing-masing.

"Scandinavia itu khan ngomongnya Consesus Based Society. Kenapa mereka maju? HDI ( Human Development Index) nya tinggi? Karena masyarakatnya yang kuat!" pungkasnya. [rok]

 
x