Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 10:09 WIB

Integrasikan Transportasi Publik

Ahok Akan Pakai Sistem Single Ticketing

Oleh : - | Jumat, 10 Februari 2017 | 08:43 WIB
Ahok Akan Pakai Sistem Single Ticketing
(Foto: inilahcom/Dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dalam perencanaan pembangunan 2017-2022 calon gubernur nomor urut 2 Basuki Djarot (Badja) akan menyelesaikan pembangunan MRT Tahap 1 agar beroperasi di tahun 2019, memulai konstruksi Tahap 2 rute Bundaran HI - Ancol Timur sepanjang 13,5 kilometer di tahun 2019, dan konstruksi East-West tahap 1 rute Ujung Menteng-Kembangan sepanjang 27 kilometer di tahun 2020.

Hal tersebut diutarakan tim pemenangan pasangan Badja, Ashraf Ali, dalam dialog Organda DKI dengan calon Gubernur di acara musyawarah kerja daerah (Mukerda) Organda DKI Jakarta III tahun 2017 di Jakarta.

Ketua fraksi Golkar DPRD DKI ini menjelaskan, Badja akan meningkatkan pelayanan transportasi bus dengan penambahan jumlah armada sebanyak 3.000 bus, penambahan rute TransJakarta serta penerapan fleet management berbasis IT untuk mencapai 1 juta penumpang/hari.

"Mengintegrasikan seluruh operator bus dalam Transjakarta agar standar pengelolaan dan pelayanan bus di seluruh rute bisa bersaing dengan kota-kota maju di dunia serta bisa dievaluasi berkala dengan indikator yang terukur,"ujar Ashraf dalam keterangannya, Jumat (10/2/2017).

Kemudian meremajakan angkutan umum kecil (angkot) dengan bus sedang yang beroperasi di daerah pemukiman padat penduduk dan terintegrasi dengan Transjakarta.

"Membangun jaringan 7 koridor LRT dalam kota sepanjang 110 kilometer, dimulai dengan rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 6 kilometer untuk Asian Games 2018,"ungkapnya.

"Menciptakan sistem respon cepat kemacetan berbasis IT dengan penempatan petugas di titik-titik rawan macet,"sambungnya.

Menurutnya, Ahok juga akan mengimplementasikan Electronic Road Pricing (ERP) di jalan-jalan utama guna mengurai kemacetan dan mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik.

Ashraf menambahkan, program berikutnya adalah mendorong terimplementasinya sistem transportasi di Kawasan Jabodetabek melalui integrasi jalur lintas berbagai moda transportasi publik dengan sistem single ticketing.

"Melanjutkan target realisasi pembangunan 45 flyover dan underpass di Jakarta dalam rangka percepatan pencapaian road ratio sebesar 11% dan mengurangi perlintasan sebidang,"ujarnya.

Selain itu kata dia, Pemprov DKI juga akan mengembangan fungsi terminal sebagai Transit-Oriented Development (TOD) untuk mendorong penggunaan angkutan umum, dimulai dari pengembangan TOD
untuk terminal tipe A seperti Kampung Rambutan dan Pulo Gebang.

"Selanjutnya merevitalisasi 1.413 halte bus untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dengan penambahan fasilitas, ruang tunggu, dan toilet, bebernya,"kata dia.

Selain itu sambung Ali, Pemprov DKI juga akan memasang Terminal Elektronik Parkir (TPE) di seluruh gedung milik Pemda dan ruas jalan strategis untuk menyelesaikan masalah parkir liar dan meningkatkan pemasukan daerah.

"Dan Meningkatkan pelayanan bus sekolah gratis dengan menambah luas area pelayanan dengan penambahan armada sebesar dua kali lipat. Serta membangun sarana park and ride untuk menyelesaikan masalah parkir liar dan memudahkan warga untuk menggunakan angkutan umum,"bebernya.

"Yang yaitu akan mengoperasikan bus lower deck dan bus tingkat gratis di jalur-jalur wisata dan komersil, pungkasnya.

Dalam acara dialog itu hadir pula mewakili Paslon Ahok Djarot, Taufik anggota Komisi B DPRD DKI yang membawahi transportasi dan Nevi Ervina juru bicara tim pemenangan Basuki Djarot.

Acara diakhiri dengan diberikannya baju kotak-kotak kepada ketua DPD Organda Shafruhan Sinungan dan ketua panitia Mukerda yang juga ketua Kopaja Nanang Basuki.

Tags

 
x