Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 27 Juli 2016 | 20:24 WIB
Hide Ads

PT KAI Sepakati Amandemen Kontrak PSO

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 7 Oktober 2014 | 09:24 WIB
PT KAI Sepakati Amandemen Kontrak PSO
(foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menyepakati amandemen terhadap kontrak public service obligation (PSO) yang saat ini berlaku.

Humas PT KCJ Eva Chairunisa mengatakan amandemen ini dibuat sejalan dengan kebijakan PT KCJ yang akan menaikkan tarif KRL, dan keinginan pemerintah memberi porsi PSO lebih besar bagi penumpang kereta komuter.

"Meski tarif dari operator naik, penumpang tidak akan merasakan kenaikan itu karena selisihnya semua dapat diserap oleh PSO," kata Eva di Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Ia menjelaskan saat ini tarif yang dikenakan PT KCJ adalah Rp3.000, untuk lima stasiun pertama dan Rp1.000 untuk satu sampai tiga stasiun berikutnya. Menurut dia, dengan PSO dari pemerintah, maka penumpang hanya membayar Rp2.000 untuk lima stasiun pertama dan Rp500 untuk satu hingga tiga stasiun berikutnya.

"Jadi, tarif baru yang ditetapkan PT KCJ sebagai operator adalah Rp5.000 untuk lima stasiun pertama dari sebelumnya Rp3.000 dan untuk tiap satu hingga tiga stasiun berikutnya tetap dikenakan tarif Rp1.000," ujarnya.

Kemudian, kata Eva, pada keterangan di atas terjadi penyesuaian tarif sebesar Rp2.000 untuk lima stasiun pertama. Namun, meski PT KCJ menaikkan tarif dasar tersebut dan tarif untuk penumpang tetap, itu tidak ada kenaikan tarif untuk penumpang.

"Hal ini dimungkinkan karena pemerintah memberi porsi PSO yang lebih besar untuk pengguna kereta comuter Jabodetabek," jelas dia.

Ia menambahkan jika sebelumnya lima stasiun pertama diberikan PSO Rp1.000, maka setelah kenaikan tarif perhitungan untuk lima stasiun pertama mendapatkan PSO Rp3.000.

Sehingga dengan kondisi tersebut, meski saat ini tarif KRL Non PSO untuk lima stasiun pertama telah naik menjadi Rp5.000, penumpang tetap membayar tarif yang sama dengan sebelumnya. Yaitu Rp 2.000 untuk lima stasiun pertama dan Rp500 untuk setiap satu sampai tiga stasiun berikutnya.

"Penyesuaian tarif dilakukan untuk meningkatkan kehandalan sarana melalui penambahan prasarana serta perlengkapan untuk perawatan KRL serta penambahan armada KRL dan peningkatan pelayanan," tandasnya.[yeh]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x