Minggu, 21 Desember 2014 | 13:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Petani Karawang Jadi Pemulung
Headline
pdpersi.co.id
Oleh:
metropolitan - Kamis, 3 April 2008 | 18:57 WIB
INILAH.COM, Karawang - Ribuan pekerja tani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terpaksa menjadi pemulung di tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang, Bekasi. Mereka merasa tidak terjamin nafkahnya menjadi petani.

"Kami terpaksa menjadi pemulung, karena selalu rugi ketika menjadi pekerja tani," kata Zainuddin, 52, warga Kampung Kenanga Dua, RT 06/03, Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Kamis (3/4).

Ia mengaku sejak tujuh tahun terakhir beralih pekerjaan, dari pekerja tani menjadi pemulung di TPA Bantargebang. Sedangkan di TPA Bantargebang, ia mengaku selalu bertemu sesama warga Karawang yang juga menjadi pemulung sampah.

Dengan menjadi pemulung di TPA Bantargebang, Zainuddin mengaku cukup senang. Karena setiap hari selalu mengantongi uang hingga mencapai Rp50.000.

Di tempat terpisah, Zulkifli Lubis, 32, Koordinator Serikat Petani Karawang (Sepetak) Kecamatan Pakisjaya, mengatakan permasalahan pertanian di Kecamatan Pakisjaya bukan hanya disebabkan faktor alam. "Tapi juga karena pemerintah kurang peduli terhadap sektor pertanian," katanya.

Jaringan irigasi ke daerah Pakisjaya yang kurang memadai, menurutnya juga menjadi permasalahan klasik sektor pertanian.

Hingga kini, pekerja tani asal Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, Karawang, yang pergi ke TPA Bantargebang untuk menjadi pemulung mencapai 700 orang. Namun, jika dihitung se-Kecamatan Pakisjaya, jumlahnya mencapai ribuan. [*/R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER