Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 2 Oktober 2016 | 05:13 WIB
Hide Ads

Pemprov DKI Usul RAPBD DKI 2014 Sebesar Rp 69,5 T

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Selasa, 3 Desember 2013 | 20:00 WIB
Pemprov DKI Usul RAPBD DKI 2014 Sebesar Rp 69,5 T
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta telah menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2014 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI hari ini, Selasa (3/12/2013).

Penyampaian RAPBD DKI 2014 dibacakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam Rapat Paripurna yang digelar digedung DPRD DKI Jakarta.

Dalam RAPBD DKI 2014, total anggaran pembangunan Kota Jakarta pada tahun 2014 diusulkan mencapai Rp 69,5 triliun. Angka tersebut meningkat 38,7 persen atau sebesar Rp 19,39 triliun dibandingkan dengan APBD Perubahan DKI sebesar Rp 50,1 triliun.

Jokowi memaparkan peningkatan jumlah anggaran dalam RAPBD DKI 2014 terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp 62,21 triliun meningkat 53,07 persen dibandingkan tahun ini sebesar Rp 40,64 triliun.

Kemudian belanja daerah mencapai Rp 62,86 triliun meningkat 35 persen dibandingkan dengan tahun ini sebesar Rp 46,27 persen. Komposisinya terdiri dari belanja langsung sebesar Rp 49,10 triliun dan belanja tidak langsung sebesar Rp 13,76 triliun.

Kemudian penerimaan pembiayaan sebesar Rp 7,28 triliun, berkurang sebesar 23,03 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan 2013 sebesar Rp 9,46 triliun. Serta pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 6,63 triliun.

"Jumlah ini meningkat sebesar 73,17 persen dari APBD Perubahan 2013 sebesar Rp 3,83 triliun," kata Jokowi.

Untuk pengeluaran pembiayaan akan dialokasikan untuk penyertaan modal pemerintah (PMP) beberapa BUMD seperti PT MRT, PT Jakarta Propertindo, PD PAL Jaya, PT Bank DKI, PD Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Pembangunan Sarana Jaya, dan PT Kawasan Berikat Nusantara.

Jokowi menyampaikan perkembangan indikator ekonomi yang menjadi latar belakang penyusunan RAPBD 2014 terkait dengan rencana target ekonomi makro tahun 2014.

Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada tahun 2014 diproyeksikan akan tumbuh sebesar 6,1 6,5 persen.

Faktor yang menjadi pendorongnya adalah perbaikan perekonomian global yang meningkatkan kembali kinerja ekspor, dan peningkatan konsumsi karena membaiknya daya beli masyarakat, serta peningkatan permintaan domestik karena dampak positif pelaksanaan Pemilu tahun 2014.

Oleh karena itu, pada tahun 2014 inflasi diperkirakan akan berada pada kisaran 5,0-6,0 persen lebih rendah dibandingkan tahun 2013 yang diproyeksikan mencapai 9,0 10,0 persen.

"Dengan demikian, berdasarkan perkiraan indikator makro ekonomi tersebut, perekonomian DKI Jakarta tahun 2014 diharapkan akan lebih baik dibandingkan tahun 2013," tandasnya.[bay]

Tag

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x