Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 4 Juli 2015 | 18:46 WIB
Hide Ads

Polda Libatkan Ahli Ungkap Kasus Video Porno SMP 4

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 22 Oktober 2013 | 19:05 WIB

Berita Terkait

Polda Libatkan Ahli Ungkap Kasus Video Porno SMP 4
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto - (Foto : inilah.com/Agus Priatna)

INILAH.COM, Jakarta - Pihak kepolisian akan meminta bantuan ahli teknologi untuk menyelidiki rekaman video mesum pelajar SMP Negeri 4 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto mengatakan, dalam menangani kasus ini penyidik perlu kehati-hatian sehingga akan meminta keterangan saksi ahli. "Penyidik konsultasi sama tim ahli, baik ahli pidana, IT untuk menyimpulkan terjadinya kasus ini," ujarnya, Selasa (22/10/2013).

Sementara untuk sanksi apakah pemeran dan orang yang merekam video itu akan dikeluarkan dari sekolah, Rikwanto menyerahkan hal itu ke pihak sekolah dan penyidik tidak mau intervensi. "Kalau saksi kepada pemerannya sedang diproses final pihak sekolah, apapun keputusannya kita tidak ikut campur," tegasnya.

Rikwanto melanjutkan, hingga saat ini petugas telah memintai keterangan sebanyak 14 orang saksi untuk kasus ini. "Untuk kasus rekaman hubungan mesum di HP yang dilakukan oleh siswa SMP di Sawah Besar, sudah periksa 14 orang," jelasnya.

Ia melanjutkan, para saksi yang sudah diperiksa itu diantaranya orang yang merekam, menonton, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru BP dan walikelas. "Ada 10 orang ikut nonton dari beda-beda kelas," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, orang tua A, salah seorang siswi SMP di Jakarta Pusat melaporkan bahwa anaknya dipaksa berhubungan intim dengan seorang temannya. Kejadian tersebut bahkan sengaja direkam dengan telepon genggam oleh temannya yang lain.

Hal ini terjadi pada 13 September lalu, sekitar pukul 11.50 Wib. Saat itu, A tengah turun dari kelasnya ketika jam pelajaran usai. Sesampainya di lantai dasar salah seorang teman prianya mengajaknya ke salah satu ruangan untuk bertemu dengan teman lainnya.

Ketika korban masuk, ternyata sudah ada seorang pria inisial, F. Setelah itu, A diminta untuk berhubungan intim dengan F. Lalu teman-teman yang lainnya merekam dengan menggunakan telepon genggam.[bay]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.