Jumat, 25 Juli 2014 | 03:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Polda Libatkan Ahli Ungkap Kasus Video Porno SMP 4
Headline
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto - (Foto : inilah.com/Agus Priatna)
Oleh: Ahmad Farhan Faris
metropolitan - Selasa, 22 Oktober 2013 | 19:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pihak kepolisian akan meminta bantuan ahli teknologi untuk menyelidiki rekaman video mesum pelajar SMP Negeri 4 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto mengatakan, dalam menangani kasus ini penyidik perlu kehati-hatian sehingga akan meminta keterangan saksi ahli. "Penyidik konsultasi sama tim ahli, baik ahli pidana, IT untuk menyimpulkan terjadinya kasus ini," ujarnya, Selasa (22/10/2013).

Sementara untuk sanksi apakah pemeran dan orang yang merekam video itu akan dikeluarkan dari sekolah, Rikwanto menyerahkan hal itu ke pihak sekolah dan penyidik tidak mau intervensi. "Kalau saksi kepada pemerannya sedang diproses final pihak sekolah, apapun keputusannya kita tidak ikut campur," tegasnya.

Rikwanto melanjutkan, hingga saat ini petugas telah memintai keterangan sebanyak 14 orang saksi untuk kasus ini. "Untuk kasus rekaman hubungan mesum di HP yang dilakukan oleh siswa SMP di Sawah Besar, sudah periksa 14 orang," jelasnya.

Ia melanjutkan, para saksi yang sudah diperiksa itu diantaranya orang yang merekam, menonton, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru BP dan walikelas. "Ada 10 orang ikut nonton dari beda-beda kelas," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, orang tua A, salah seorang siswi SMP di Jakarta Pusat melaporkan bahwa anaknya dipaksa berhubungan intim dengan seorang temannya. Kejadian tersebut bahkan sengaja direkam dengan telepon genggam oleh temannya yang lain.

Hal ini terjadi pada 13 September lalu, sekitar pukul 11.50 Wib. Saat itu, A tengah turun dari kelasnya ketika jam pelajaran usai. Sesampainya di lantai dasar salah seorang teman prianya mengajaknya ke salah satu ruangan untuk bertemu dengan teman lainnya.

Ketika korban masuk, ternyata sudah ada seorang pria inisial, F. Setelah itu, A diminta untuk berhubungan intim dengan F. Lalu teman-teman yang lainnya merekam dengan menggunakan telepon genggam.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER