Jumat, 25 April 2014 | 15:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
SMPN 4 Bantah Kecolongan di Kasus Video Porno
Headline
Ilustrasi - ist
Oleh: Ahmad Farhan Faris
metropolitan - Selasa, 22 Oktober 2013 | 15:38 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Munculnya kasus video porno yang diperankan oleh AE dan F, murid SMPN 4 Jakarta mengejutkan banyak pihak. Pihak sekolah membantah telah lalai dengan munculnya video porno siswanya, yang direkam di salah satu ruang di sekolah itu.

Kepala Sekolah SMPN 4 Jakarta, Ahmad Jazuli menegaskan pihaknya selalu ketat dalam mengawasi murid-muridnya saat berada di lingkungan sekolah. Bahkan, pengawasan juga dilakukan saat para siswa tengah beristirahat.

"Kami tidak kecolongan, karena kita sisir setiap anak-anak saat jam belajar, turun jajan (istirahat), bahkan saat pulang sekolah jika ada anak-anak yang ikut eskul," tegasnya, saat ditemui di SMPN 4 Jakarta.

Jazuli melanjutkan, diduga kasus video porno itu terjadi saat guru dan murid-murid sedang menunaikan ibadah sholat Jumat di Masjid Istiqlal. Ia mengakui saat itu, memang sebagian besar staf sekolah tengah berkonsentrasi beribadah.

"Kami lagi sholat Jumat, Satpam dan lainnya," ucapnya.

Jazuli menjelaskan, untuk pengawasan dari sekolah tentu melakukan penyisiran di setiap ruang belajar mulai dari lantai atas hingga lantai dasar sesuai standar pengamanan sekolah.

"Disisir sebelum jam pulang sekolah, jam jajan anak, kecuali anak lagi ekskul," tandasnya.

Sebelumnya Komnas Perlindungan Anak menilai sekolah SMPN 4 Jakarta, Sawah Besar terkesan menutupi adanya kasus kekerasan seksual (bully) antara siswa senior terhadap junior.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihak sekolah seharusnya ikut bertanggungjawab atas peristiwa adanya dugaan video mesum antara siswi AE dengan F di salah satu kelas sekolah tersebut.

"Kasus ini adalah tidak terlepas tanggung jawab sekolah," tegasnya.

Menurutnya, dengan adanya kasus seperti ini tampaknya pihak sekolah tidak mau ikut campur, apalagi korban anak ini cuti seminggu sementara tanggal 13 Oktober korban lapor ke Polres Jakarta Pusat.

"Jadi sudah hampir sebulan. Sekolah seolah-seolah cuci tangan kalau pelajar itu tidak boleh sekolah disitu, sehingga anak itu jadi ketakutan. Padahal korban adalah salah satu murid favorit di sekolah itu," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, orang tua A, salah seorang siswi SMP di Jakarta Pusat melaporkan bahwa anaknya dipaksa berhubungan intim dengan seorang temannya. Kejadian tersebut bahkan sengaja direkam dengan telepon genggam oleh temannya yang lain.

Hal ini terjadi pada 13 September lalu, sekitar pukul 11.50 Wib. Saat itu, A tengah turun dari kelasnya ketika jam pelajaran usai. Sesampainya di lantai dasar salah seorang teman prianya mengajaknya ke salah satu ruangan untuk bertemu dengan teman lainnya.

Ketika korban masuk, ternyata sudah ada seorang pria inisial, F. Setelah itu, A diminta untuk berhubungan intim dengan F. Lalu teman-teman yang lainnya merekam dengan menggunakan telepon genggam.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
adi
Jumat, 25 Oktober 2013 | 15:09 WIB
yah..harap maklum coz pak guru dan bu guru kan sibuk ngurusin sertifikasi yang ujung2nya dapet duit buat beli mobil baru..derita murid ya derita murid...emang guru musti mikirin gitu...??? GURU...pokoknya bener dech kalo udah urusan sertifikasi...coba kalo anaknya yang digituin gimana rasanya
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.