Rabu, 27 Agustus 2014 | 15:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Video Mesum SMP, Bentuk Baru Bully di Sekolah
Headline
Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait - inilah.com
Oleh: Ahmad Farhan Faris
metropolitan - Selasa, 22 Oktober 2013 | 11:10 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait membantah pernyataan yang mengatakan jika AE dan FP, siswi dan siswa sebuah SMP di Jakarta Pusat, melakukan hubungan seksual dan direkam melalui ponsel, atas dasar suka sama suka.

Meski demikian Arist juga menegaskan jika kasus video mesum siswa-siswi SMP itu bukanlah pemerkosaan. Menurutnya, apa yang sebenarnya terjadi terhadap AE dan FP adalah bullying (intimindasi) yang dilakukan oleh senior-seniornya di sekolah itu.

"Itu bukan pemerkosaan. Siswa FP dan AE merupakan korban bully dari senior-seniornya. Ini skenarionya dalam bentuk bullying kejahatan seksual, jadi bukan unsur suka sama suka, perkosaan apalagi," tegasnya saat dihubungi, Senin (21/10/2013).

Arist melanjutkan, FP dan AE sudah dua kali menjadi korban bully semacam ini. Pertama kali keduanya direkam saat melakukan hubungan seksual pada 13 September dan yang kedua pada 27 September.

"Ini diorganisir oleh geng di sekolah mereka, dipimpin siswa berinisial A. Geng itu kebanyakan pengurus OSIS di sekolah itu, kelas 7-9," ujarnya.

Menurutnya kasus bullying saat ini sudah bukan lagi mengucilkan secara fisik atau memalak, namun sekaran sudah dalam bentuk seksual. "Tidak ada istilah suka sama suka, itu masih keterangan sepihak," tandasnya.

Sebelumnya, orang tua A, salah seorang siswi SMP di Jakarta Pusat melaporkan bahwa anaknya dipaksa berhubungan intim dengan seorang temannya. Kejadian tersebut bahkan sengaja direkam dengan telepon genggam oleh temannya yang lain.

Hal ini terjadi pada 13 September lalu, sekitar pukul 11.50 Wib. Saat itu, A tengah turun dari kelasnya ketika jam pelajaran usai. Sesampainya di lantai dasar salah seorang teman prianya mengajaknya ke salah satu ruangan untuk bertemu dengan teman lainnya.

Ketika korban masuk, ternyata sudah ada seorang pria inisial, F. Setelah itu, A diminta untuk berhubungan intim dengan F. Lalu teman-teman yang lainnya merekam dengan menggunakan telepon genggam.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER