Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 6 Maret 2015 | 10:55 WIB
Hide Ads

Video Mesum SMP, Bentuk Baru Bully di Sekolah

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 22 Oktober 2013 | 11:10 WIB

Berita Terkait

Video Mesum SMP, Bentuk Baru Bully di Sekolah
Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait membantah pernyataan yang mengatakan jika AE dan FP, siswi dan siswa sebuah SMP di Jakarta Pusat, melakukan hubungan seksual dan direkam melalui ponsel, atas dasar suka sama suka.

Meski demikian Arist juga menegaskan jika kasus video mesum siswa-siswi SMP itu bukanlah pemerkosaan. Menurutnya, apa yang sebenarnya terjadi terhadap AE dan FP adalah bullying (intimindasi) yang dilakukan oleh senior-seniornya di sekolah itu.

"Itu bukan pemerkosaan. Siswa FP dan AE merupakan korban bully dari senior-seniornya. Ini skenarionya dalam bentuk bullying kejahatan seksual, jadi bukan unsur suka sama suka, perkosaan apalagi," tegasnya saat dihubungi, Senin (21/10/2013).

Arist melanjutkan, FP dan AE sudah dua kali menjadi korban bully semacam ini. Pertama kali keduanya direkam saat melakukan hubungan seksual pada 13 September dan yang kedua pada 27 September.

"Ini diorganisir oleh geng di sekolah mereka, dipimpin siswa berinisial A. Geng itu kebanyakan pengurus OSIS di sekolah itu, kelas 7-9," ujarnya.

Menurutnya kasus bullying saat ini sudah bukan lagi mengucilkan secara fisik atau memalak, namun sekaran sudah dalam bentuk seksual. "Tidak ada istilah suka sama suka, itu masih keterangan sepihak," tandasnya.

Sebelumnya, orang tua A, salah seorang siswi SMP di Jakarta Pusat melaporkan bahwa anaknya dipaksa berhubungan intim dengan seorang temannya. Kejadian tersebut bahkan sengaja direkam dengan telepon genggam oleh temannya yang lain.

Hal ini terjadi pada 13 September lalu, sekitar pukul 11.50 Wib. Saat itu, A tengah turun dari kelasnya ketika jam pelajaran usai. Sesampainya di lantai dasar salah seorang teman prianya mengajaknya ke salah satu ruangan untuk bertemu dengan teman lainnya.

Ketika korban masuk, ternyata sudah ada seorang pria inisial, F. Setelah itu, A diminta untuk berhubungan intim dengan F. Lalu teman-teman yang lainnya merekam dengan menggunakan telepon genggam.[bay]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.