Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Januari 2015 | 21:07 WIB
Hide Ads

Jaksa Todong Petugas SPBU & Ajak Berkelahi

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 3 September 2013 | 16:31 WIB
Jaksa Todong Petugas SPBU & Ajak Berkelahi
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto - (Foto : inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Seorang jaksa mengancam petugas SPBU dengan benda diduga senjata api saat hendak mengisi bensin di SPBU 34-15317, Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menjelaskan kejadian itu terjadi pada hari Senin (2/9/2013) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban bernama Priatna alias Majad bin Marjuki dan terlapor bernama Marcos Panjaitan.

"Dari keterangan sementara, orang-orang yang tahu, memang yang bersangkutan jaksa. Kapolsek sudah berkoordinasi nanti teknis," katanya di kantornya, Selasa (3/9/2013).

Saat itu, korban menegur istri dari terlapor Marcos karena posisi mobil ketika mengisi bensin salah sehingga diberitahukan supaya mobil diputar balik.

"Namun istri terlapor tidak terima dan memarahi korban, kemudian istri terlapor memanggil terlapor (Marcos Panjaitan)," ujarnya.

Setelah itu, terlapor datang ke SPBU dan mengajak korban masuk ke dalam kantor SPBU. Ada saksi Pindah Iskandar selaku pengawas SPBU berniat ingin melerai agar tidak terjadi keributan.

"Di situ terlapor (Marcos) mengeluarkan barang diduga senpi dan diletakkannya di atas meja kantor SPBU serta mengajak pelapor untuk berkelahi," terangnya.

Kaget melihat aksi pria ketika mengeluarkan benda diduga senjata api, saksi Pindah yang hendak melerai atau mencegah keributan tiba-tiba pingsan dan jatuh ke lantai.

"Lalu terlapor (Marcos) pergi meninggalkan pom bensin," ucap dia.

Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan dengan nomor LP: 3273/K/IX/2013/SEK.SRP tertanggal 3 September 2013 perkara perbuatan tidak menyenangkan pasal 335 KUHP. [rok]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.