Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 5 Juli 2015 | 16:27 WIB
Hide Ads

Perlu Bazar Murah di DKI Saat Ramadan

Oleh : Marlen Sitompul | Rabu, 10 Juli 2013 | 14:49 WIB

Berita Terkait

Perlu Bazar Murah di DKI Saat Ramadan
Bazar - (Foto : inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Harga bahan pokok yang melambung tinggi di bulan Ramadan menyebabkan masyarakat kelas menengah ke bawah harus mengatur akuntansi rumah tangganya.

Dari segi pemasukan bisa jadi tidak ada kenaikan, tetapi pengeluaran naik seiring kenaikan BBM dan harga bahan pokok. Jangan sampai besar pasak daripada tiang.

"Saya pikir aksi pemerintah untuk intervensi pasar dengan kontrol harga masih belum maksimal, untuk itu perlu kiranya ada bazar-bazar murah yang dilaksanakan pemerintah atau bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Sehingga masyarakat bisa beribadah dengan baik dan juga bisa merasakan nikmatnya berlebaran," ujar calon anggota DPD DKI Jakarta, Rommy, Rabu (10/7/2013).

Pemerintah baik tingkat kecamatan maupun kelurahan di DKI hendaknya proaktif selama Ramadan agar bisa semakin dekat dengan masyarakat. Bisa menggelar bazar murah bekerjasama dengan pihak-pihak swasta, dan juga bisa menyediakan iftar atau buka bersama. Sehingga syok atas kenaikan BBM yang berdampak pada kenaikan harga kebutuhan dapur setidaknya bisa terkurangi.

Menurut Rommy, hal ini perlu segera didorong agar pemerintahan Joko Widodo berupaya dengan segenap sumber daya yang ada, membantu masyarakat yang berpendapatan kecil.

Ibadah puasa bagi aparat pemerintah bisa juga disemarakkan seperti pepatah Jawa 'rame ing gawe, sepi ing pamrih', harusnya bekerja membantu masyarakat tanpa mengharap imbalan, sebagai abdi masyarakat.

"Saya sangat mengapresiasi rencana pak Jokowi-Ahok tentang rencana gebyar Ramadan. Semoga kegiatan ini akan mendekatkan masyarakat dengan pemimpin dan juga mengurangi beban kenaikan harga bahan pokok," imbuhnya. [rok]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.