Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:19 WIB

Gara-gara Mi Instan, Ibu Kandung Diacungi Celurit

Oleh : - | Minggu, 30 Juni 2013 | 18:59 WIB
Gara-gara Mi Instan, Ibu Kandung Diacungi Celurit
Ilustrasi - ist
facebook twitter

INILAH.COM, Surabaya - Bagus Aji Pramono (17), warga jalan Ubi VII, Surabaya, Jawa Timur diamankan polisi karena mengacungkan celurit kepada ibu kandungnya. Alasan membahayakan nyawa ibunya itu karena masalah pembagian mi instan yang tidak rata.

Bagus kini berada di Mapolsek Wonokromo, Surabaya guna dimintai keterangan atas upaya nekatnya.

"Tersangka kami amankan berikut barang buktinya. Sedangkan persoalan perkara adalah pembagian makanan mi instan yang tidak merata," ujar Kapolsek Wonokromo AKP Roman Smaradhana Elhaj, Minggu (30/6/2013).

Roman menjelaskan kejadian tersebut yang bermula pada saat dua bulan silam tersangka pulang dari pondok pesantren yang ada di Madura. Tersangka kerap berbuat ulah dan bahkan, para tetangga mengaku resah.

Puncak nekat tersangka ketika salah satu saudaranya tengah bertamu di rumahnya. Kebetulan, ibu tersangka sedang memasak mi instan untuk sarapan pagi. Ketika mi dibagikan, tersangka meminta jatah mi lebih banyak dari yang lain.

Merasa permintaan anaknya tidak baik, sang ibu menegur kasar serta memukulnya. Akibatnya tersangka kabur, menuju rumah neneknya guna berkeluh kesah. Namun, sang nenek pun ikut memarahi tersangka.

Merasa tak ada yang membelanya, tersangka kembali pulang mengambil sebilah celurit dan mengacung-acungkannya di depan ibunya. Sang ibu lari yang ketakutan keluar rumah untuk minta tolong. Tersangka tak peduli dengan teriakan sang ibu dan terus memburunya dengan sebilah celurit di tangan.

"Warga yang mengetahui kejadian itu langsung lapor polisi, yang kemudian ditindak lanjuti dan menangkap tersangka," lanjut Roman.

Saat ditangkap, tersangka memberontak sembari berteriak kalau kejadian itu hanya salah paham saja, dan polisi tak perlu menangkapnya. Polisi tetap membawa tersangka berikut barang bukti berupa celurit.

Di hadapan penyidik, tersangka mengaku tak berniat melukai ibunya. "Ini salah paham biasa. Ya, tak mungkin saya melukai ibu, kemarin hanya menakuti saja," ujarnya kepada petugas. [beritajatim]

Komentar

 
Embed Widget

x