Minggu, 26 Oktober 2014 | 00:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Banjir Riau Akibat Hutan Gundul
Headline
dok.telematika.co.id
Oleh:
metropolitan - Jumat, 28 Maret 2008 | 01:00 WIB
INILAH.COM, Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Riau Brigjen (Pol) Sutjiptadi menilai bahwa musibah banjir yang melanda Riau juga disebabkan karena gundulnya hutan akibat maraknya pembalakan liar (illegal logging).
"Banjir bukan hanya disebabkan tingginya curah hujan tapi juga karena alam tidak bisa lagi menampung air hujan akibat lingkungan rusak, hutan banyak yang gundul," kata Kapolda ketika meninjau lokasi banjir di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Kamis (27/3).
Ia mengakui bahwa pembalakan liar di Riau masih marak dan hal tersebut membuat kondisi hutan makin rusak. Akibatnya, musibah banjir yang melanda Riau makin parah setiap tahunnya.
Menurut dia, bukti masih maraknya illegal logging di Riau adalah dengan ditemukannya tumpukan kayu ilegal yang diduga ditimbun dengan tanah oleh para pemalak liar di kawasan hutan Kabupaten Kampar, Kamis (27/3).
Tumpukan kayu liar itu tidak sengaja ditemukan setelah timbunan tanah di atasnya terbongkar akibat hujan deras dan banjir di kawasan itu.
Berdasarkan pantauan Kapolda dari helikopter, diperkirakan jumlah kayu mencapai ribuan kayu gelondongan (tual) yang terlihat disusun memanjang hingga satu kilometer di dalam hutan.
"Karena kita harus bersama-sama menjaga lingkungan karena banjir setiap tahun makin parah karena hutan terus dirusak," katanya.
Pada kesempatan itu, Kapolda juga memberikan bantuan bagi ribuan korban banjir di Kelurahan Rejosari. Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 1 ton, air mineral 240 kotak, dan mie instan 233 kotak.
Dalam peninjauan tersebut Kapolda menyempatkan diri untuk melihat kondisi rumah warga yang terendam luapan Sungai Siak yang ketinggiannya sudah mencapai dua meter.
Kapolda sempat berkeliling di lokasi banjir menggunakan mobil jeep "off road" yang dikemudikan oleh Kapoltabes Pekanbaru Kombes Pol. Syafril Nursal.
Camat Tenayan Raya Daryuzar mengatakan banjir merendam dua kelurahan di kecamatan itu yakni Kelurahan Rejosari dan Sail. Kondisi Kelurahan Rejosari dilanda banjir paling parah karena telah merendam 541 rumah dan menyebabkan 84 kepala keluara (KK) terpaksa mengungsi. [*/R1]


Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER