Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 29 Juli 2015 | 09:37 WIB
Hide Ads

Tarif Pembayaran KJS Sepakat Dinaikkan

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Rabu, 29 Mei 2013 | 02:37 WIB

Berita Terkait

Tarif Pembayaran KJS Sepakat Dinaikkan
KJS - (Foto: istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan, tengah meyusun tarif baru untuk pembayaran KJS melalui sistem Indonesia Case Base Groups (INA CBG's). Hal ini dilakukan, untuk mencegah semakin banyaknya rumah sakit yang mundur dari program Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Rencana kenaikan tarif INA CBGs ini telah disepakati dalam rapat antara Komisi E DPRD DKI, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta beserta perwakilan ke 16 rumah sakit di Jakarta. Nantinya tarif INA CBG's akan dinaikkan dari tarif awal sebesar Rp23.000 per bulan.

Selain itu, rencananya tarif pembayaran premi pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) akan dibedakan dengan tarif pembayaran untuk RS Swasta.
"Kenaikan KJS RS Swasta ini juga sudah disetujui oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama," kata Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Firmansyah usai memimpin rapat dengan Dinas Kesehatan di ruang rapat Komisi, Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Firmansyah menjelaskan, kenaikan tarif ini dilakukan berdasar keluhan pihan rumah sakit yang mengaku kewalahan dalam menangani pasien KJS dengan tarif pembayaran awal. Pasalnya dalam sistem tersebut menimbulkan selisih pembayaran mencapai 30 hingga 40 persen.

"Solusi yang kita ambil, pembayaran KJS untuk RS Swasta akan dinaikkan," ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjelaskan pihaknya sedang memperbaiki tarif preminya. Mudah-mudahan pertengahan Juni akan selesai tarif baru.

"Ada kemungkinan naik, itu lagi kita hitung. Pokoknya, nanti tarif antara RS swasta dengan RS pemerintah akan berbeda," kata Ahok.

Ketika ditanya prosentase kenaikan tarif premi KJS, dia belum bisa memberitahukannya. Karena saat ini masih dihitung oleh Kemkes. Selagi masih dihitung, Pemprov DKI akan memanggil RS swasta untuk meminta clinical pathway (prosedur penanganan penyakit) dari rumah sakit tersebut.[bay]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.