Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 4 September 2015 | 08:30 WIB
Hide Ads

Satpol PP Dinilai Tak Berhak Gusur Warga Klender

Oleh : Anton Hartono | Selasa, 21 Mei 2013 | 13:55 WIB

Berita Terkait

Satpol PP Dinilai Tak Berhak Gusur Warga Klender
Satpol PP - (Foto: inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Ratusan warga yang tinggal di lahan kosong di kawasan Klender, Duren Sawit yang diklaim milik PT Graha Cipta Karisma, menilai bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak berhak menggusur perumahan warga.

Pasalnya, lahan seluas 10 hektar itu bukan merupakan milik negara, melainkan milik perorangan yang hingga saat ini masih dalam status sengketa. Sedangkan PT Graha Cipta Karisma adalah pihak yang telah menyerobot lahan tersebut untuk membebaskan lahan yang sudah didiami warga puluhan tahun.

"Itu tanah perorangan, bukan tanah negara. Pemda tidak bisa lakukan penggusuran dan lainnya," kata Amir Karyatin, Kuasa Hukum Sudibyo yang merupakan pemilik lahan, Selasa (21/5/2013).

Menurutnya, pihaknya telah melayangkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta untuk menjelaskan duduk persoalan yang terjadi di kawasan Klender dengan melakukan aksi blokir jalan tiga hari lalu. Sejatinya lahan tersebut milik Sudibyo yang saat ini diklaim oleh PT Graha Cipta Karisma.

Karena itu pihaknya juga telah melaporkan ke PT Graha Cipta Karisma ke Polda Metro Jaya atas kasus penyerobotan lahan yang dilakukan pada 30 Januari 2013 lalu.

"Kita pertanyakan SP3L (Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan) yang katanya dikeluarkan Pemda yang menjadi dasar untuk menggusur warga. Surat itu bukan bukti kepemilikan lahan, tapi meminta PT Graha Cipta Karisma untuk bebaskan lahan dari pihak terkait," tandasnya.

Sebelumnya ratusan warga Klender yanga menempati lahan kosong di Jl I Gusti Ngurah Rai melakukan aksi blokir jalan, tak jauh dari halte Busway Buaran. Warga yang menolak digusur oleh Satpol PP Pemkot Jakarta Timur ini juga tak sedikit yang membawa senjata tajam untuk mencegah petugas menggusur perumahannya yang sudah didiami selama puluhan tahun.[bay]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.